Balas Perlakuan AS, China Kaji Pembatasan Visa Warga Negara Paman Sam

Ilustrasi - Reuters/Jason Lee
09 Oktober 2019 22:27 WIB Kahfi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – China berencana membatasi visa masuk kepada warga negara Amerika Serikat yang diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok anti-China.

Dikutip dari Reuters, Rabu (9/10/2019), rencana pembatasan visa tersebut dilakukan setelah upaya membatasi gerak warga negara Amerika Serikat di China pascamemburuknya hubungan kedua negara tersebut.

Kementerian Keamanan Publik China selama berbulan-bulan telah mengerjakan aturan yang akan membatasi kemampuan siapa saja yang dipekerjakan atau disponsori oleh Badan Intelijen Amerika Serikat, dan kelompok hak asasi manusia yang ingin melakukan perjalanan ke China.

Rencana pengetatan visa tersebut juga rencananya diberikan kepada para pelajar dan periset yang meneliti tentang China.

Langkah tersebut dianggap sebagai balasan Pemerintah China terhadap pembatasan visa terhadap warga negaranya, khususnya pejabat pemerintahan dan partai komunis yang baru diberlakukan Amerika Serikat, karena dianggap bertanggung jawab atas penahanan, serta aksinya kepada kalangan minoritas Muslim.

“Ini bukan sesuatu yang ingin kami lakukan, tetapi kami sepertinya tidak memiliki pilihan,” kata sumber Reuters.

Pengetatan visa kepada warga negara Paman Sam itu diduga membidik nama-nama yang dicurigai berhubungan dengan militer Negeri Paman Sam, institusi yang terkait dengan CIA, dan kelompok hak asasi manusia.

Langkah itu juga diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran Beijing terhadap Amerika Serikat dan pemerintah lain yang menggunakan organisasi tertentu untuk menghasut melakukan protes anti-pemerintah di Cina daratan, serta Hong Kong.

“Rencana itu telah dibahas secara luas oleh petugas polisi senior selama beberapa bulan terakhir, tetapi lebih mungkin dilaksanakan setelah Hong Kong protes dan larangan visa AS kepada pejabat China,” kata sumber itu.

Administrasi Imigrasi Nasional China yang beroperasi di bawah Kementerian Keamanan Publik sendiri tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters melalui faks.

Seperti diketahui, persaingan antara Amerika Serikat dan Cina dipicu oleh berbagai masalah, termasuk kompetisi komersial, hak asasi manusia, dan kekhawatiran tentang keamanan.

Sumber : Reuters