Pembatasan Internet Diklaim Efektif Meredam Hoaks

Ilustrasi medsos
09 Oktober 2019 10:47 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pembatasan internet pada saat situasi tertentu dinilai efektif untuk meredam buzzer yang melakukan penyebaran berita tidak benar atau hoaks. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berupaya menggunakan narasi informasi untuk mengimbangi penyebaran berita hoaks.

Direktur Komunikasi Informasi Polhukam Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Gunawan meminta masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi. Ia mengakui penyebaran berita tidak benar atau hoaks masih sering terjadi meski pun intensitasnya mulai menurun setelah pemilu 2019 usai.

Ia menilai pembatasan internet dan medsos sangat efektif untuk meredam buzzer dalam melakukan penyebaran berita yang tidak benar. “Seperti saat kejadian di Wamena kami langsung lakukan pelemahan [pembatasan internet], penggunaan sosmed dibatasi pemanfaatannya, ini sangat efektif untuk meredam [buzzer] penyebaran konten negatif di mana mengajak orang melakukan hal tertentu,” terangnya dalam diskusi di Kota Jogja, Selasa (8/10/2019).

Gunawan mengakui jelang pelantikan presiden, pengawasan terhadap medsos terus dilakukan, ia berharap intensitas penggunaan medsos untuk penyebaran berita hoaks tidak naik seperti saat pemilu. “Konter narasi juga kami lakukan, kalau ada buzzer yang menyebarkan berita tidak benar kami langsung konter, sebenarnya sudah maksimal kami melakukan, tetapi selalu saja ada [penyebaran hoaks],” ujarnya.

Anggota DPR RI Sukamta mengatakan akhir-akhir ini memang banyak terjadi persoalan yang sering ramai di bahas di medsos. Mulai dari konflik di Papua, kebakaran hutan hingga kenaikan iuran BPJS. Namun ia meyakini segala perbedaan pendapat itu akan bisa diselesaikan jika disikapi secara bijak.

“Ini menjadi persoalan serius yang kita hadapi, tetapi kalau kita kembali pada ideologi Pancasila, itu akan bisa diselesaikan tanpa melalui konflik,” ujarnya.