Ada Isu Gerindra Terima Jatah Menteri, Begini Kata Puan Maharani ...

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) didampingi Puan Maharani (kiri) dan Prananda Prabowo (kanan) menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) di kediaman Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7 - 2019).ANTARA/Puspa Perwitasari
07 Oktober 2019 15:27 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.comJAKARTA — Pada Minggu (20/10/2019) nanti, Pemerintahan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin bakal resmi dilantik. Hingga saat ini, kabinet yang akan membantu mereka di pemerintahan dalam proses penyusunan.

Dalam proses itu, dilempar isu Partai Gerindra akan mendapat jatah menteri. Menanggapi itu, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI, mengatakan bahwa urusan menteri adalah hak prerogatif presiden.

Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada pemilu 2019 belum dapat dipastikan diterima oleh partai pengusung, khususnya PDIP.

“Ya kan tidak bisa serta merta PDIP menyatakan iya setuju atau tidak setuju. Kita ada partai lain yang kemudian bersama-sama dengan Pak Jokowi,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Oleh karena itu, Puan menjelaskan bahwa apabila benar Gerindra dapat jatah menteri, tentu harus dibicarakan secara matang dan bersama-sama partai pengusung.

“Setuju tidak setuju, kita lihat saja. Presiden belum ngajak ngomong,” jelasnya.

Penyebar isu Gerindra dapat menteri adalah Arief Poyuono yang merupakan Wakil Ketua Umum Gerindra. Dia mengaku bahwa partainya meminta tiga menteri untuk Edhy Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Uno.

Akan tetapi pernyataan itu langsung dibantah Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak. Tiga menteri itu tidak benar. Setiap Prabowo bertemu dengan Jokowi atau Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, tak ada pembicaraan soal jatah kabinet.

“Pada Prinsipnya, Pak Prabowo siap membantu bangsa dan negara di mana pun posisinya. Yang jelas beliau aktif menyampaikan pemikiran-pemikirannya untuk kepentingan rakyat kebanyakan,” katanya melalui pesan instan, Jumat (4/10/2019).

Sumber : Bisnis.com