Advertisement

Nasdem Minta Gerindra Tetap Jadi Oposisi

Newswire
Senin, 07 Oktober 2019 - 09:37 WIB
Sunartono
Nasdem Minta Gerindra Tetap Jadi Oposisi Partai Gerindra - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Partai Nasdem  menyatakan sikap bahwa Partai Gerindra sebaiknya tidak masuk ke dalam lingkaran kabinet kerja jilid II Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Politikus Nasdem Irma Suryani Chaniago menekankan, lebih baik Gerindra tetap menjadi partai oposisi pemerintahan. Menurutnya, hal itu bagus untuk proses demokrasi lantaran terwujudnya check and balances di roda pemerintahan.

"Sejak awal saya ingatkan sebaiknya yang kalah tetap diluar, jadilah kontrol sistem yang efektif terhadap kebijakan yang negatif impact terhadap kondisi sosial ekonomi rakyat. Jangan terlalu fragmatis dan hanya mikir 2024," kata Irma di Jakarta, Senin (7/10/2019).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Sinyal masuknya Gerindra ke dalam kabinet kerja jilid II Jokowi kembali mencuat setelah pemilihan kursi jabatan di DPR dan MPR. Bahkan, partai besutan Prabowo Subianto itu diisukan mendapatkan jatah menteri sebanyak tiga kursi.

Namun, baik Gerindra ataupun koalisi Jokowi sampai dewasa ini masih belum bisa memastikan kebenaran dari jatah kursi menteri tersebut. Mengingat, status Gerindra yang selama Pemilu 2019 selalu keras terhadap Jokowi dan koalisi.

Irma menambahkan, terkait dengan munculnya gelombang massa beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal itu lantaran tidak adanya pihak yang berperan sebagai pihak oposisi.

"Jawabannya karena yang seharusnya melakukan kontrol malah ikut nimbrung di pemerintah. Akibatnya tidak ada yang melakukan check and balance terhadap regulasi dan anggaran," ujarnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Kantor Kemenag Kulonprogo Kukuhkan 11 Agen Perubahan 2022

Kulonprogo
| Senin, 26 September 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement