KPK Periksa Dua Pejabat Kemenhub di Kasus Suap Jalur KA
KPK memeriksa dua pejabat Kemenhub terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Presiden Joko Widodo. /ANTARA FOTO-Puspa Perwitasari]
Harianjogja.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo akan menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10/2019).
Keterangan Kementerian Luar Negeri melalui laman resminya yang dipantau di Jakarta, Senin menyebutkan kedua kepala pemerintahan direncanakan bertemu untuk membahas kerja sama RI–Belanda yang strategis ke depan berdasarkan prinsip kemitraan komprehensif.
Kunjungan Perdana Menteri Rutte ke Indonesia ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan ke Asia Tenggara dan Pasifik, dengan tujuan selanjutnya ke Selandia Baru dan Australia.
Perdana Menteri Rutte dalam perjalanan ini didampingi oleh Penasihat Utama Bidang Luar Negeri dan Pertahanan serta Koordinator Nasional untuk Keamanan dan Penanggulangan Terorisme Belanda.
Dalam kunjungan satu hari di Indonesia, Perdana Menteri Belanda juga akan menemui, antara lain, kalangan bisnis, pelajar, akademisi dan alumni perguruan tinggi Belanda di Jakarta. Perdana Menteri Rutte terakhir berkunjung ke Indonesia pada November 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK memeriksa dua pejabat Kemenhub terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Sapi kurban Presiden Prabowo dikirim ke Pulau Laut Natuna lewat perjalanan laut penuh tantangan demi warga perbatasan Indonesia.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.