Lokomitif BB 300 di Pusdiklat PT KAI Diresmikan Menteri Rini

Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) meresmikan gerbang Pusdiklat Ir. H. Djuanda, yang kini menampilkan lokomotif BB 300, dalam rangkaian perayaan ulang tahun PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Bandung, Minggu (29/9/2019). - Bisnis/Dea Andriyawan
29 September 2019 12:37 WIB Dea Andriyawan News Share :

Harianjogja.com, BANDUNG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) meresmikan gerbang Pusdiklat Ir. H. Djuanda yang kini menampilkan Lokomotif BB 300, Bandung, Minggu (29/9/2019). 

Menariknya, lokomitif BB 300 ini merupakan lokomotif tahun 1958 produksi Fried Krupp, Jerman yang sempat berjaya pada masanya melayani berbagai rute, baik di Jawa maupun Sumatra.
 
Peresmian ini dilakukan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan merupakan bagian dari  perayaan Hari Ulang Tahun ke-74 PT Kereta Api Indonesia. Dalam kesempatan itu, KAI juga melaksanakan Family Gathering yang diikuti lebih dari 8.000 pegawai KAI di Pusdiklat Ir. H. Djuanda, 
 
Rini mengatakan hari ulang tahun KAI ini merupakan momentum kebangkitan dunia kereta api di Indonesia. Hal tersebut direalisasikan dengan reaktivasi sejumlah jalur untuk menunjang perekonomian dan mobilitas di daerah, salah satunya yakni rel Cibatu-Garut yang ditargetkan rampung akhir tahun ini. 
 
“Sekarag sudah sampai Wanaraja, nantinya akan sampai Garut,” ujarnya.
 
Selain itu, Rini juga mengapresiasi lompatan KAI dan INKA yang mulai melakukan aktivitas bisnis di luar Indonesia. Di antaranya di Kamboja, Laos, serta Madagaskar.
 
“Bukan hanya menyediakan set kereta tapi pengoperasiannya, sebentar lagi juga mengirim tim ke Madagaskar yang akan melakukan reaktivasi jalur,” tuturnya.
 
Pada kegiatan yang sama, Rini juga meluncurkan buku Menjaga Jalan Baja - Jawa Barat dan Banten. Buku ini menyajikan profil jalur kereta api non aktif Provinsi Jawa Barat dan Banten, hasil sinergi KAI dan Yayasan Kereta Anak Bangsa.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menjelaskan alasan menjadikan lokomotif BB 300 sebagai monumen di Pusdiklat Ir. H. Djuanda adalah karena lokomotif tersebut menjadi sejarah kejayaan kereta api Indonesia.
 
"Lokomotif BB 300 ini terakhir beroperasi pada 2015. Lalu, kini kami jadikan monumen di Pusdiklat Ir. H. Djuanda sebagai bentuk pelestarian terhadap benda-benda bersejarah yang dimiliki oleh KAI," ucapnya.
 
Saat ini, KAI menegaskan sedang fokus melakukan reaktivasi jalur KA non aktif Cibatu-Garut sejauh 19 kilometer (km). Tujuannya, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Garut yang ingin menggunakan kereta api langsung menuju Bandung atau Jakarta.
 
"Progres sampai dengan saat ini, KAI sudah melakukan uji coba sejauh 9 km dengan Kereta Perawatan Prasarana sampai dengan Stasiun Wanaraja. Targetnya jalur sampai ke Garut dapat dioperasikan pada awal 2020," tambah Edi.

Di sisi lain, dilakukan pula penyerahan bantuan dari CSR KAI dan Yayasan Pusaka, yang merupakan Yayasan milik KAI. KAI akan memberikan beasiswa sebesar Rp1 juta per anak yang diberikan kepada 74 siswa SD berprestasi tapi kurang mampu di sekitar wilayah Pusdiklat Ir. H. Djuanda. 
 
Selain itu, Yayasan Pusaka memberikan bantuan pendidikan kepada ke 29 anak yatim dengan berbagai tingkat pendidikan dari berbagai wilayah operasi KAI. Total nilai bantuan yang diberikan sebesar Rp214 juta.
 
"Melalui pemberian bantuan ini, KAI ingin menunjukkan sumbangsihnya kepada masyarakat, khususnya para pelajar. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk BUMN Hadir Untuk Negeri yang dirangkaikan dalam rangka HUT ke-74 Kereta Api Indonesia," imbuhnya.
 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia