Menteri PPPA Ingatkan Pentingnya Mendidik dan Melindungi Anak
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Matheis Frans warga Desa Nania yang tewas tertimbun longsoran bukit pasir di Desa Nania, Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019). /Antara Foto.
Harianjogja.com, AMBON--Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Doni Monardo, Jumat (27/9/2019), meninjau dampak gempa magnitudo 6,8 yang menguncang Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah serta Seram Bagian Barat (SBB) pada Kamis (26/9/2019) pukul 08.46 WIT.
Penjabat Sekda Maluku, Kasrul Selang membenarkan, Kepala BNPB telah tiba di bandara internasional Pattimura, Jumat pagi untuk meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa yang susulannya masih mengguncang Ambon dan sekitarnya.
"Benar Kepala BNPB saat ini telah berada di VVIP Pemprov Maluku di Bandara Internasional Pattimura selanjutnya meninjau kampus Universitas Darussalam (Unidar) di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah," ujarnya.
Peninjauan ke Unidar karena pasien RSUD Tulehu dievakuasi ke kampus tersebut pada Kamis (26/9/2019).
Kepala BNPB yang didampingi Gubernur Maluku, Murad Ismail bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya juga dijadwalkan meninjau RSUD Tulehu, Desa Waai maupun Liang, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon.
Peninjauan Kepala BNPB ini menindaklanjuti Gubernur Maluku, Murad Ismail yang prihatin, sedih dan pusing memikirkan kondisi masyarakat, karena saat terjadi bencana dirinya sedang berada di Jakarta, sehingga terpaksa meminta bantuan salah seorang sahabat untuk menggunakan pesawat pribadinya agar bisa kembali segera pada Kamis(26/9) petang dan tiba malam serta langsung mengunjungi para korban di sejumlah rumah sakit dan lokasi pengungsian.
Kasrul mengatakan, Gubernur Murad yang sedang tugas dinas di Jakarta saat mengetahui gempa, maka berkoordinasi dengan Forkopimda setempat lainnya untuk mengintensifkan tanggap darurat.
Posko tanggap darurat di Kantor Gubernur Maluku yang telah mengambil langkah-langkah kebijakan untuk menangani dampak gempa.
"Terpenting berkoordinasi dengan BMKG dan Stasiun Geofisika Ambon untuk secara intensif menginformasikan perkembangan gempa, termasuk menyosialisasikan tidak terjadi tsunami yang sangat meresahkan masyarakat sehingga berlarian ke daerah ketinggian di berbagai daerah," ujar Kasrul.
Tercatat korban meninggal 20 orang, luka-luka puluhan orang, kerusakan rumah penduduk maupun infrastruktur yang sedang didata.
Sedangkan, guncangan gempa susulan masih terjadi hingga Jumat pagi.MKG mencatat gempa magnitudo 3,6 pada Jumat pagi, pukul 05.26 WIT dengan lokasi 1.48 Lintang Selatan - 129.04 Bujur Timur dengan kedalaman 10 Km tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa 155 KM Utara Wahai, kabupaten Maluku Tengah dan 156 Km Timur Obi, Provinsi Maluku Utara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.