Advertisement
Draf Laporan Final, Ini Penyebab Jatuhnya Lion Air JT 610
Advertisement
Harianjogja.com, BANDUNG--Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi menemukan kesalahan desain dan pengawasan sebagai penyebab utama jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX yang dioperasikan Lion Air pada Oktober 2018 yang menewaskan 189 penumpang.
Draf kesimpulan juga mengidentifikasi serangkaian kesalahan pilot dan kesalahan perawatan pesawat sebagai faktor penyebab kecelakaan Boeing 737 MAX nomor penerbangan JT 610 milik maskapai yang sahamnya dikuasai keluarga Rusdi Kirana tersebut. Sejak kecelakaan kedua yang terjadi pada Ethiopian Airlines 5 bulan lalu, Boeing 737 MAX dilarang terbang.
Advertisement
Juru bicara Boeing tidak menanggapi temuan tersebut. Namun, Boeing menyampaikan pihaknya akan terus menawarkan dukungan kepada otoritas terkait yang menjalankan investigasi untuk menyelesaikan laporan mereka.
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa dirinya tidak berkenan berkomentar sebelum laporan final hasil investigasi dirilis pada awal November 2019. Menurutnya, semua pihak yang berkepentingan harus menyampaikan masukan dalam draf laporan final tersebut sebelum dirilis ke publik.
BACA JUGA
Adapun, draf laporan tersebut telah disirkulasikan kepada Boeing, Lion Air dan Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat pada 24 Agustus 2019. "Ada beberapa pemangku kepentingan yang belum memberikan jawaban mereka dan kami mengevaluasinya," kata Soerjanto.
Investigator kecelakaan udara dari AS sudah siap untuk mengumumkan rekomendasi terpisah. Rekomendasi itu akan memperkuat keterampilan terbang manual pilot hingga meningkatkan pemeriksaan FAA terhadap desain pesawat baru.
National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat berencana untuk melakukan perbaikan cockpit training, pengambilan keputusan awak kabin serta melakukan perubahan sertifikasi terhadap pesawat baru.
NTSB menolak memberikan komentar lebih lanjut. Namun, NTSB akan segera memberikan rekomendasi mengenai program sertifikasi FAA pada September 2019. FAA menyambut baik pemeriksaan dari para ahli keselamatan dan akan menunggu temuaan dari investigai tersebut.
"Kami terus bekerja dengan regulator keselamatan penerbangan internasional lainnya dan akan mempertimbangkan semua rekomendasi dengan cermat," ungkap FAA.
Otoritas Penerbangan Sipil Amerika Serikat itu memastikan akan memasukkan setiap perubahan atas temuan tersebut dalam kegiatan sertifikasinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com/Reuters & WSJ
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
Advertisement
PHRI DIY Ungkap Okupansi Hotel di Jogja Turun Meski Musim Liburan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Kuota Haji, KPK Pastikan Yaqut Masih Dirawat
- Kerja Sama Nuklir, Rusia Bangun PLTN di Vietnam
- Pesawat Militer Kolombia Jatuh Seusai Lepas Landas 66 Tewas
- Harga Emas Turun Tajam Banyak Investor Mulai Beralih
- Arus Balik 2026, Contraflow Diberlakukan di Tol Japek Arah Jakarta
- Yaqut Kembali ke Rutan Setelah Lebaran di Rumah
- Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Bantul Diperbolehkan Tidak Masuk Kantor
Advertisement
Advertisement







