Advertisement
Titik Panas Sumut Melonjak Jadi 33 Titik, BMKG Ingatkan Bahaya Karhutl
Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, MEDAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius menyusul terdeteksinya lonjakan drastis sebaran titik panas di wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, jumlah titik panas kini menyentuh angka 33 titik, meningkat signifikan dibandingkan hari sebelumnya yang hanya mencatatkan 15 titik.
Advertisement
Sebaran fenomena suhu tinggi ini terdeteksi di sejumlah kabupaten kunci, meliputi Deli Serdang, Dairi, Karo, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Padang Lawas, Samosir, Serdang Bedagai, dan Toba.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Juliana, menjelaskan bahwa kemunculan titik panas tersebut tertangkap oleh instrumen penginderaan jauh yang sangat akurat.
BACA JUGA
"Titik panas tersebut terpantau berdasarkan pantauan sensor medis, yakni Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20," ujar Juliana di Kota Medan, Selasa (24/3/2026).
Mengingat sebagian besar wilayah Sumatera kini mulai memasuki siklus musim kemarau, BMKG mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan.
Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat tajam pada area yang memiliki suhu ekstrem serta tutupan lahan yang kering.
Otoritas cuaca meminta warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar atau meninggalkan sisa api di lahan kosong, guna mencegah terjadinya bencana ekologis yang lebih luas.
Di sisi lain, kondisi atmosfer yang kering di daratan berbanding terbalik dengan dinamika di wilayah perairan yang masih dibayangi cuaca ekstrem.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, melaporkan bahwa sejumlah perairan di Sumatera Utara masih berpotensi diterjang gelombang tinggi hingga mencapai 2,5 meter pada periode 24 hingga 26 Maret 2026.
Kecepatan angin di bagian utara Sumatera terpantau berkisar antara 6 hingga 25 knot yang bergerak dari arah tenggara menuju barat daya.
Potensi ancaman gelombang tinggi ini patut diwaspadai oleh para pelaku aktivitas kelautan, terutama di perairan barat Kepulauan Batu, Samudra Hindia bagian barat Nias, serta seluruh perairan di sekitar Kepulauan Nias.
BMKG berharap masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut tetap memperbarui informasi cuaca secara berkala untuk menghindari risiko kecelakaan laut. Sinergi antara kewaspadaan terhadap ancaman api di darat dan keselamatan di laut menjadi faktor krusial dalam menghadapi anomali cuaca yang tengah berlangsung di Sumatera Utara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
Tersasar Google Maps ke Jalan Sawah, Pemudik Dibantu Warga di Kalasan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Omzet Penjual Salak Jalan Jogja Solo Turun 40% Akibat Macet
- Kadin Ingatkan WFH Satu Hari Tidak Bisa Berlaku Bagi Semua Sektor
- Penumpang Kereta Api Mendominasi Lonjakan Pemudik Lebaran 2026
- Pemerintah Menjamin Tidak Ada Pembatasan Pembelian Pertalite
- KONI Minta IMI Perkuat Pembinaan Atlet Balap Usai Veda Raih Podium
- Arus Balik, 15.287 Kendaraan Keluar DIY Via Gerbang Tol Purwomartani
- Lebaran, Pengunjung Candi Prambanan Capai 18.500 Orang Sehari
Advertisement
Advertisement







