Advertisement
Bulog: Indonesia Tak Perlu Impor Beras hingga Tahun Depan
Pekerja mengangkut stok beras Bulog untuk didistribusikan ke pasar-pasar di Gudang Sub-Divre Bulog Serang, di Serang, Banten, Jumat (10/5/2019). - Antara/Asep Fathulrahman
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Perum Bulog optimistis Indonesia tidak akan mengimpor beras hingga tahun depan karena stok beras di gudang Bulog mencapai 2,6 juta ton.
Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan stok sebesar 2,6 juta ton masih cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran hingga Maret 2020.
Advertisement
“Kalau prediksi saya sampai tahun depan tidak ada impor,” katanya usai menghadiri rapat di kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Rabu (18/9/2019).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa di samping stok yang masih tinggi, penyaluran rata-rata harian untuk operasi pasar yang dilakukan pihaknya masih sekitar 6.000 ton per hari. Dengan kata lain, kebutuhan beras untuk operasi pasar hingga akhir tahun akan berkisar di angka 600.000 ton.
Adapun untuk kebutuhan penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT), pihaknya telah mengalokasikan hingga 700.000 ton beras. Namun, Pria yang akrab disapa Buwas ini memprediksi penyaluran beras untuk kebutuhan BPNT hanya akan mencapai 300.000 ton hingga akhir tahun.
“Prediksi saya karena di lapangan masih ada yang belum lancar karena masih punya kepentingan-kepentingan sehingga paling maksimal, sambil kita benahi, 300.000 [ton] sampai akhir tahun,” ujarnya.
Dia pun optimistis stok beras hingga akhir tahun ini bisa terjaga di angka 2 juta ton. Oleh karena itu, walaupun tidak akan ada panen dalam 3 bulan ke depan, dia yakin persediaan yang ada di gudang Bulog bisa bertahan hingga Maret 2020.
Meskipun begitu, untuk target serapan tahun depan, dia belum bisa memprediksi secara pasti. Pasalnya, hal ini harus memperhitungkan kondisi sebenarnya stok beras bulog hingga akhir tahun atau bahkan hingga 3 bulan pertama pada tahun depan.
“Makanya kita hitung tahun ini kayak apa. Serapan kepakainya kayak apa, kebutuhan berapa. Tahun depan kita naikkan tingkatannya 10 persen sampai 20 persen [atau] bisa juga di bawah kalau ternyata stok kita banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
PBI BPJS Nonaktif di Bantul Bisa Direaktivasi, APBD Siap Tanggung
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Dana Desa Dipangkas untuk KDMP, Lurah di Gunungkidul Hanya Bisa Pasrah
- Indonesia-Malaysia Sepakat Garap Riset AI dan Energi Hijau
- Kemenag Respons Perbedaan Awal Ramadan 1447 H
- Operasi Keselamatan Progo 2026 Mampu Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan
- Posisi Hilal di Lombok Masih di Bawah Ufuk, Belum Memenuhi Kriteria
- Marhaban Ya Ramadan, Ini Lafal Niat Puasa yang Wajib Dibaca
- DPR Ingatkan Opsen PKB dan BBNKB Jangan Memberatkan Masyarakat
Advertisement
Advertisement







