Advertisement
Kawal Pemerintahan Jokowi, Mantan Ketua KPK Antasari Deklarasikan Garda Aksi Indonesia
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar (kanan), pada diskusi "Dialektika Demokrasi: Mencari Pemberantas Korupsi yang Mumpuni", di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (18/7/2019). - Antaranews/Riza Harahap
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mendeklarasikan Garda Aksi Indonesia untuk mengawal pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Hari ini saya deklarasikan Garda Aksi. Dulu Garda Jokowi karena kami relawan pak Jokowi. Garda Anti Korupsi [Aksi] ini merupakan metamorfosis dari Garda Jokowi," kata Ketua Garda Aksi Indonesia tersebut di sela deklarasi di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung Solo, Sabtu (14/9/2019).
Advertisement
Ia mengatakan salah satu tugas Garda Aksi Indonesia tersebut utamanya di pencegahan korupsi. "Ada tiga isu di korupsi, yaitu koruptor, perbuatan korupsinya, dan perilakunya. Kami turun ke perilakunya, yaitu di pencegahan. Tujuannya agar 3-4 tahun ke depan tidak ada lagi koruptor," katanya.
Ia mengatakan Garda Aksi Indonesia tersebut lebih ke gerakan moral. Ia juga memastikan tidak ada tindak penangkapan yang dilakukan oleh Garda Aksi Indonesia.
BACA JUGA
"Nanti rencananya akan ada kemitraan dengan penegak hukum dan Garda Aksi tidak menangkap orang. Kami lebih memberikan pemahaman apa perilaku koruptif itu. Apakah terlambat kantor, melanggar janji juga termasuk," katanya.
Ia mengatakan nantinya kepengurusan Garda Aksi Indonesia juga akan dibentuk di tingkat daerah. "Tadi malam saya sudah ketemu dengan beberapa perwakilan di daerah, nanti mereka akan kembali ke daerahnya masing-masing untuk membentuk kepengurusan, baru kemudian kami kukuhkan," katanya.
Sementara itu, sejumlah unsur masyarakat mengikuti deklarasi tersebut, di antaranya tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
THR Gunungkidul Aman, Tak Ada Aduan Masuk hingga Posko Ditutup
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pantai Gunungkidul Padat, Ancaman Ombak Tinggi Mengintai
- Puasa Intermiten Sering Gagal Karena Ngemil Ini Solusinya
- Jelang EPA, PSS U19 Fokus Bangun Mental dan Kekompakan
- Kasus Kuota Haji Menguat, KPK Siapkan Pengumuman Penting Senin
- Baru Terima SK, Puluhan ASN Gunungkidul Diminta Turun ke Warga
- Pemerintah Berupaya BBM Subsidi Tetap Aman Saat Dunia Bergejolak
Advertisement
Advertisement







