Pemerintah Malaysia Liburkan 400 Sekolah karena Kabut Asap. Indonesia Biang Keroknya?

Menara Petronas di Malaysia diselimuti kabut asap karhutla Indonesia (reuters/Lim Huey Teng)
12 September 2019 08:47 WIB Chelin Indra Sushmita News Share :

Harianjogja.com, KUALA LUMPUR Sekitar 400 sekolah diliburkan oleh Pemerintah Malaysia akibat kabut asap kebarakan hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia. Kegiatan belajar mengajar terpaksa ditiadakan demi kesehatan warga.

Dilansir Reuters, Rabu (11/9/2019), Kementerian Pendidikan Malaysia mengatakan pihaknya meliburkan sejumlah sekolah di negara bagian Serawak. Sebab, wilayah yang berbatasan langsung dengan Kalimantan itu terkena imbas kabut asap karhutla. Pemerintah Malaysia juga mengirim setengah juta masker wajah untuk melindungi warganya di Serawak.

Selain Malaysia, wilayah Singapura, Filipina, hingga Thailand juga diselimuti kabut asap. Pusat Meteorologi Khusus Asean (ASMC) seperti dikabarkan New Straits Times menyatakan, sumber asap lintas batas yang memengaruhi kualitas udara di Malaysia dan beberapa negara sekitarnya kemungkinan berasal dari Indonesia.

Kabut asap diperkirakan terus menyelimuti wilayah tersebut akibat cuaca kering. Titik panas yang masih terdeteksi di Sumatra menyebabkan penumpukan kabut asap.

Kabut asap dari Kalimantan juga tersebar sampai ke Semenanjung Malaysia dan Singapura. ASMC memperkirakan cuaca kering bakal bertahan hingga beberapa pekan ke depan.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, lebih dari 2.500 titik api tersebar di Asia Tenggara. Titik panas terus muncul di bagian selatan khatulistiwa hingga Oktober 2019. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan, kemungkinan musim hujan di Indonesia tertunda hingga November 2019.

Sampai saat ini, pemerintah telah mengerahkan pasukan militer, polisi, dan agen mitigasi bencana untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di lebih dari 1.600 tempat. Sekitar 37 pesawat dikerahkan oleh badan mitigasi untuk melakukan pengeboman air, memodifikasi cuaca, dan membuat hujan buatan.

Sumber : solopos.com