Apa Itu MJO, Fenomena Atmosfer Pemicu Cuaca Ekstrem di Indonesia
BMKG mengungkap pengaruh MJO yang memicu cuaca panas, gerah, lalu hujan lebat mendadak di berbagai wilayah Indonesia.
Mahasiswa asal Papua mengikuti Apel Kebangsaan di depan Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/9/2019). /Antara Foto.
Harianjogja.com, JOGJA—Kabupaten Puncak Provinsi Papua mengeluarkan imbauan kepada seluruh mahasiswa asal Puncak yang berada di Jawa, Bali, Makassar dan Manado tetap melanjutkan perkulihan.
Imbauan itu disampaikan melalui surat bernomor 420/27/SET yang ditandatangani oleh Bupati Puncak Papua Willem Wandik pada Senin (9/9/2019). Dalam surat tersebut berisi beberapa poin imbauan, antara lain mahasiswa asal Puncak agar tidak terprovokasi terhadap isu eksodus mahasiswa dari seluruh Jawa, Bali, Makassar dan Manado. Mereka diminta untuk tetap melanjutkan perkuliahan seperti biasa.
“Tidak ada sistem pendidikan yang menjamin bahwa seluruh mahasiswa yang pulang ke Papua dapat ditampung dan langsung bisa melanjutkan perguruan tinggi di Papua, akibatnya dapat menganggu perkuliahan selanjutnya,” imbau Willem Wandik yang tertuang dalam surat tersebut.
Selain itu Pemerintah Kabupaten Puncak tidak menyediakan anggaran bagi mahasiswa yang pulang ke Papua berkaitan dengan masalah tersebut. Pemerintah menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh mahasiswa Papua.
Rektor Universitas Cenderawasih Apolo Safanpo sebagaimana dikutip Antara mengakui, mahasiswa asal Papua yang saat ini kembali sulit untuk melanjutkan kuliahnya di Uncen atau perguruan tinggi lainnya.
“Sangat kecil kemungkinan mahasiswa yang sebelumnya kuliah di berbagai kota di Indonesia bisa melanjutkan studinya diberbagai perguruan tinggi di Papua,” kata Apolo seusai melakukan pertemuan dengan Kapolda Papua di Jayapura, Senin.
Apalagi, daya tampung Uncen sendiri terbatas bahkan saat ini dipaksakan agar dapat menerima 6.000 mahasiswa dari daya tampung hanya 4.000 mahasiswa. Selain daya tampung terbatas, untuk pindah kampus ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi mahasiswa yang bersangkutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG mengungkap pengaruh MJO yang memicu cuaca panas, gerah, lalu hujan lebat mendadak di berbagai wilayah Indonesia.
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.
Noel mempertanyakan tuntutan kasus korupsi K3 Kemenaker karena selisih hukuman dengan terdakwa lain dinilai terlalu tipis.
Jadwal SIM Kulonprogo 19 Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.