Harga Beras Dipantau di 458 Titik, Mafia Beras Jadi Sasaran
Pemerintah memantau 458 titik di 240 kabupaten dan kota untuk menjaga harga dan mutu beras serta memberantas mafia beras.
Ilustrasi buah-buahan yang dijual di salah satu minimarket. /Dok. Harian Jogja.
Harianjogja.com, JAKARTA--Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bekerja sama dengan Badan Karantina Pertanian menggunakan teknologi iradiasi pangan untuk memperpanjang daya tahan buah-buahan yang akan diekspor.
"Buah-buahan yang ekspor ke Australia itu mangga gincu dan buah naga, itu harus Oktober 2019 bisa masuk, mulai perdana ekspor," kata Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Batan Totti Tjiptosumirat, Senin (9/9/2019).
Buah mangga Indonesia harus melalui tahapan karantina untuk mengeliminasi hama Sternochetus frigidus, yang persebarannya dicegah di seluruh dunia, supaya bisa menembus pasar global.
Penyinaran (iradiasi) buah mangga dengan dosis kurang dari 0,5 kGy akan mengeliminasi hama yang ada pada buah tanpa merusak kualitas dan mengubah rasa buah. Mangga yang sudah diiradiasi juga tetap aman dikonsumsi.
Totti menjelaskan bahwa dalam satu kali ekspor dalam jangka satu bulan ada sampai delapan ton mangga gincu yang masuk ke karantina.
"Dia [buah-buahan] harus masuk ke karantina, nanti karantina yang mengarahkan ke Batan. Batan integrated [terintegrasi] ke karantina," ujarnya.
"Kita kerja sama dengan Badan Karantina untuk ekspor buah-buahan ke luar negeri," Totti menambahkan.
Totti menjelaskan, iradiasi pangan bermanfaat juga bisa meningkatkan umur makanan segar maupun makanan dalam kemasan seperti rendang, bandeng presto, dan semur yang akan dikirim ke luar negeri.
Iradiasi dapat memperpanjang masa simpan makanan dalam kemasan sehingga makanan tetap aman dikonsumsi sampai jangka waktu lama setelah menempuh perjalanan sekitar sepekan atau lebih dalam proses pengiriman ke luar negeri.
"Kalau seandainya kontainernya besar, maka lama di kapal paling cepat seminggu. Nanti makanannya yang mau diekspor ke Amerika Serikat itu sudah habis waktunya seminggu, kalau makanan tahan hanya dua minggu, sudah sampai waktu konsumsi pendek. Dengan iradiasi, (waktu ketahanannya) bisa ditambah sampai tiga bulan atau satu setengah tahun," ujarnya.
Di Indonesia, menurut Totti, saat ini baru ada dua iradiator komersial, satu milik Batan dan satu lagi milik swasta di Cibitung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah memantau 458 titik di 240 kabupaten dan kota untuk menjaga harga dan mutu beras serta memberantas mafia beras.
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Pemerintah mendorong penindakan dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Temuan 25 merek disebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Antrean Pertalite di SPBU Galur Kulonprogo mengular hingga Jalan Raya Brosot. Puluhan motor mengantre pada Senin malam.
Icomex dijadwalkan diresmikan 17 September 2026. OJK dan DPR mempercepat regulasi sebelum pengawasan BMKS beralih ke OJK pada 2027
Taman Edupark Gemolong diperketat setelah video remaja bermesraan viral. Pengawasan, penerangan, dan pembatasan malam akan ditingkatkan.