BMKG: 97 Persen Wilayah Indonesia Sudak Masuk Musim Kemarau

Petani membajak sawahnya yang mengalami kekeringan di Persawahan kawasan Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/7/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya
31 Agustus 2019 02:47 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -  Musim hujan sudah lama berlalu dari wilayah DIY. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat sekitar 97 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Kemarau panjang ini diperkirakan berakhir perlahan mulai Oktober sampai Desember.

Petugas Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Adi Ripaldi mengatakan kemungkinan musim hujan di Jawa bagian barat akan terjadi pada akhir Oktober, sedangkan wilayah lain pada November hingga Desember.

Menurutnya sejumlah wilayah sudah dua bulan tidak merasakan hujan. Beberapa di antaranya terjadi mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Nusa Tenggara Timur.

"Ada juga wilayah yang sudah 100 hari tidak mengalami hujan. Di NTT ada satu wilayah yang sudah 157 hari tidak mengalami hujan," kata Adi di Graha BNPB, Jumat (30/1/2019).

Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) indikator kemudahan kebakaran pada beberapa wilayah di Indonesia perlu mendapatkan perhatian.

Sementara itu, provinsi yang masih perlu menjadi perhatian dalam penangangan kebakaran hutan dan lahan adalah Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Sementara itu, catatan BNPB pada awal hingga akhir Agustus 2019 telah terjadi 151 bencana yang berdampak pada korban meninggal 13 jiwa, luka-luka 7 dan mengungsi atau terdampak sejumlah 10.533.

Sebanyak 1.498 rumah mengalami kerusakan dengan kategori berbeda. Korban meninggal timbul dipicu oleh gempa bumi, sedangkan rumah rusak dominan oleh gempa bumi dan disusul puting beliung serta banjir.

Sebaran kejadian bencana tertinggi masih di Pulau Jawa, disusul Sumatra dan Kalimantan. BNPB memonitor tiga wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi dan berurutan yaitu Jawa Timur dengan 43 kejadian, Jawa Tengah 20, Jawa Barat 13.

Sedangkan wilayah Sumatra, jumlah kejadian tertinggi di Provinsi Aceh dengan 18 kejadian. Kejadian bencana tertinggi pada wilayah Kalimantan yaitu di Kalimantan Selatan dengan 11 kejadian.

Sementara itu, pada periode Januari hingga Agustus 2019 ini sebanyak 2.524 kejadian bencana terjadi di wilayah nusantara. Dari sederet kejadian, korban meninggal mencapai 402 jiwa dan hilang 27, sedangkan kerusakan rumah 37.906 unit.

Kerusakan rumah tersebut dengan kategori berbeda, dengan rincian rusak berat 7.644 unit, rusak sedang 6.575, dan rusak ringan 23.687. Sedangkan jumlah warga yang menderita akibat bencana mencapai 3.464.347 jiwa.

Sumber : Bisnis.com