Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Poster anti rasisme warga Papua./dok
Harianjogja.com,JAKARTA- Demonstrasi menolak rasis tak hanya dilakukan warga Papua, namuan juga masyarakat di negara Papua Nugini.
Sabtu (24/8/2019), aktivis Papua dan rakyat Papua Nugini melancarkan demonstrasi damai di Port Moresby, untuk mengecam perlakuan rasisme tersebut.
Bahkan, aksi tersebut juga dipimpin langsung oleh Gubernur Port Moersby Powes Parkop.
Tak hanya itu, dalam aksi tersebut juga diwarnai pembakaran bendera kebangsaan Indonesia, Merah Putih.
Foto aksi protes dan pembakaran bendera Merah Putih tersebut kali pertama diunggah David Petersburg di Facebook. Oleh warga Papua Nugini, foto itu diteruskan ke laman komunitas media massa setempat, The National dan Post CourierNews.
"Ini tentang waktu. Pembakaran bendera Indonesia oleh warga negara Papua Nugini adalah pesan yang jelas yang harus dipertimbangkan secara serius oleh warga negara dan pemerintah Indonesia bahwa orang Melanesia sudah cukup menderita penganiayaan," tulis Jamie Maigau, warga Papua Nugini.
Ia menambahkan, "Orang Indonesia dan pemerintahnya sudah saatnya menyerukan referendum. Port Moresby harus bernegosiasi dengan Jakarta sekarang untuk masalah Papua Barat. Port Moresby harus berhenti menjadi tuli, bisu, dan buta."
Juru Bicara Organisasi Papua Merdeka yang berada di Papua Nugini, Sebby Sambom mengatakan, aksi massa di Port Moresby tersebut menunjukkan solidaritas bangsa Melanesia terhadap perejuangan kemerdekaan mereka.
"Sehari sebelumnya, Jumat (23/8/2019), Ketua UPM Jeffeey Bomai dalam tayangan EMTV juga membahas perlakuan rasis terhadap mahasiswa-mahasiswa kami di Indonesia. Aksi hari ini merupakan kampanye kami," jelas Sebby.
Sebby juga menanggapi respons pemerintah Indonesia yang menambah kekuatan militer di Tanah Papua setelah aksi protes massal di sejumlah daerah berakhir rusuh pekan ini.
"Oke, kalau respons Indonesia seperti itu, berarti Papua akan cepat merdeka," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jalur pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani masih ditutup sementara setelah kebakaran berdampak pada 1.098,75 hektare kawasan.