James Riady Sebut Pariwisata Bisa Pacu Ekonomi Indonesia
Kadin menilai pariwisata berpeluang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia karena dampaknya cepat menciptakan pekerjaan dan menggerakkan usaha.
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbit dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (15/12/2018)./JIBI-Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, SEMARANG — Badan Otorita Borobudur (BOB) berniat melantai di Bursa Efek Indonesia, agar saham perusahaan juga bisa dimiliki masyarakat setempat.
Direktur Pemasaran Pariwisata BOB Agus Rochiyardi menyampaikan pihaknya selaku satuan kerja (satker) berharap dapat merampungkan perubahaan kelembagaan menjadi Badan Layanan Umum (BLU) pada 2019. “Perubahan Satker dengan BLU, utamanya di sistem keuangannya. Harapannya bisa selesai tahun ini,” tuturnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia baru-baru ini.
Dengan menjadi BLU, BOB dapat berbisnis layaknya Rumah Sakit. Artinya, bila ada keuntungan, laba tersebut dapat diambil untuk kepentingan negara.
Selain itu, pengadaan barang menjadi lebih mudah. Saat ini, BOB sebagai Satker tidak bisa membeli barang yang tidak masuk ke dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) walaupun penting.
Aturan BLU lebih longgar, karena dapat membeli atau bertransaksi sewaktu-waktu bila memang dibutuhkan. Agus yang berpengalaman menjabat sebagai Wakil Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) mengungkapkan, pihaknya juga menginginkan agar BOB bisa menjadi Perseroan Terbatas (PT), dan melakukan penawaran umum saham perdana.
“Nanti setelah menjadi BLU, apakah ada kebijakan lanjutan untuk menjadi PT. Bisa juga menjadi perusahaan terbuka (Tbk.), nanti masyarakat yang beli sahamnya,” imbuhnya.
BOB saat ini mengelola kawasan sekitar Borobudur seluas 309 hektare (ha). Pengembangan tersebut bersifat partisipatif dengan melibatkan masyarakat untuk membuat sentra-sentra wisata terintegrasi.
Agus menuturkan, dari 309 ha lahan yang dikelola BOB, ada sekitar 50 ha lahan yang dinilai paling potensial dan aman untuk dikembangkan lebih lanjut. Saat ini, sudah ada tiga investor yang menyatakan minat mengelola lahan tersebut.
“Sudah ada tiga investor bidang amenitas yang berminat masuk. Mereka ingin bangun hotel, resort, dan theme park, tetapi memang belum ekskusi. Kita dari BOB masih mengupayakan agar status tanah clear terlebih dahulu,” tuturnya.
Tanah seluas 50 hektare tersebut merupakan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dikelola oleh Perhutani. Secara regulasi, pihak ketiga dapat mengambil lahan tersebut dengan skema tukar aset berbanding 1:2.
Artinya, BOB harus menyiapkan lahan seluas 100 hektare untuk mendapatkan hak pengelolaan 50 gektare. Lahan yang disiapkan untuk tukar aset berlokasi di Cilacap.
KLHK sudah membuat tim terpadu untuk menilai kondisi lahan di Cilacap. Bila kriterianya sesuai, maka proses tukar aset dengan lahan di sekitar Candi Borobudur dapat segera dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kadin menilai pariwisata berpeluang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia karena dampaknya cepat menciptakan pekerjaan dan menggerakkan usaha.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.