Advertisement
Pemerintah AS Tunda Keputusan Lisensi Huawei
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Gedung Putih disebut-sebut menunda keputusan mengenai lisensi bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) untuk memulai kembali bisnis mereka dengan Huawei Technologies.
Menurut sumber terkait, seperti diwartakan Bloomberg, langkah itu diambil setelah pemerintah China menyatakan menghentikan pembelian barang-barang pertanian dari AS.
Advertisement
Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross, yang departemennya telah memeriksakan permohonan untuk melanjutkan penjualan, pekan lalu mengatakan menerima 50 permohonan dan bahwa keputusan atas permohonan-permohonan tersebut tengah ditangguhkan.
Sementara itu, perusahaan-perusahaan AS memerlukan lisensi khusus untuk memasok barang-barang mereka ke Huawei setelah pemerintah AS memasukkan raksasa telekomunikasi China tersebut ke dalam daftar hitam perdagangannya pada Mei karena masalah keamanan nasional.
BACA JUGA
Perusahaan-perusahaan teknologi telah mengajukan permohonan kepada Gedung Putih untuk mengabulkan pemberian lisensi dengan segera agar mereka dapat melanjutkan pengiriman beberapa komponen ke Huawei.
Huawei adalah salah satu pembeli semikonduktor terbesar di dunia. Melanjutkan akses penjualan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi pembuat chip seperti Intel Corp., Qualcomm Inc., dan Broadcom Inc. Pada Juli, pemimpin eksekutif perusahaan-perusahaan ini sampai bertemu dengan Trump untuk membahas isu tersebut.
Menyusul pemberitaan tentang penundaan persetujuan lisensi, saham pemasok Huawei, Micron Technology Inc. dan Western Digital Corp. pun turun 2,2%.
Pada akhir Juni 2019, setelah menyetujui gencatan senjata tarif perdagangan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 Jepang, Presiden AS Donald Trump mengatakan beberapa pembatasan terhadap Huawei akan dilonggarkan.
Namun janji itu bergantung pada tindakan China meningkatkan pembeliannya dari petani-petani AS. Trump mengeluh bahwa China telah gagal melakukannya.
Dalam sepekan terakhir, tensi perdagangan antara dua negara berekonomi terkuat di dunia ini memanas setelah Trump mengumumkan akan mengenakan tarif 10 persen pada sisa impor senilai US$300 miliar asal China mulai 1 September.
Pengumuman tersebut menarik tanggapan dari China dengan membiarkan nilai tukar mata uang yuan turun tajam awal pekan ini. Departemen Keuangan AS balik meresponsnya dengan melabeli China sebagai manipulator mata uang.
Namun, pekan lalu Trump mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengubah keputusan yang dibuatnya di Jepang. Masalah Huawei dikatakannya tidak terkait dengan perundingan perdagangan.
Sementara itu, perusahaan seperti Xilinx Inc. dan Micron terang-terang mengatakan telah mengajukan permohonan lisensi dan meminta AS untuk mengizinkan mereka melanjutkan bisnis dengan Huawei.
Banyak dari produk mereka dikatakan mudah diperoleh dari pesaing mereka di luar negeri, sehingga membuat larangan itu tidak efektif dan juga merugikan industri yang mereka geluti.
Sejumlah pembuat komponen elektronik di AS telah melaporkan kinerja keuangan mereka dan menyampaikan proyeksi yang menunjukkan efek negatif dari konflik perdagangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
Jadwal KA Prameks Jogja Kutoarjo Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Terbaru
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Real Madrid Hajar Elche 4-1, Valverde dan Rudiger Jadi Sorotan
- Piala Dunia 2026 Dibayangi Badai Cedera Pemain Bintang
- China Larang Agen AI OpenClaw di Instansi Pemerintah, Ini Alasannya
- Restrukturisasi TikTok AS Disebut Libatkan Biaya Rp170 Triliun
- Dubai Kini Sepi di Tengah Ketegangan Kawasan
- Saham Meta Turun 23 Persen, Isu PHK 20 Persen Karyawan Mencuat
- KPK Ungkap Permintaan Rp515 Juta untuk THR Forkopimda di Cilacap
Advertisement
Advertisement








