Advertisement
China Minta Diplomat AS Tak Campuri Urusan Hong Kong
Pengunjuk rasa memenuhi kawasan Yuen Long di Hong Kong, China, Sabtu (27/7/2019). - Reuters/Tyrone Siu
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - China meminta para diplomat AS yang bermarkas di Hong Kong berhenti mencampuri urusan kota tersebut setelah laporan menyebutkan bahwa mereka bertemu dengan aktivis pro-demokrasi.
Kementerian luar negeri China mengatakan telah menyatakan "ketidakpuasan yang kuat" dengan pemerintah AS. Media lokal sebelumnya melaporkan bahwa seorang pejabat AS dari konsulat jenderal AS di Hong Kong telah bertemu dengan "kelompok kemerdekaan" setempat.
Advertisement
Dalam sebuah pernyataannya, kementerian tersebut mendesak perwakilan diplomatik AS untuk "segera menghentikan pertemuan dengan perusuh anti-China" dan "segera berhenti mencampuri urusan Hong Kong".
Sebuah laporan di surat kabar Hong Kong Takungpao menulis telah terjadi pertemuan antara anggota partai politik Demosisto beserta aktivis demokrasi terkemuka Joshua Wong dengan Julie Eadeh. Wanita itu merupakan kepala unit politik konsulat jenderal AS di Hong Kong seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (9/8/2019).
BACA JUGA
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan perwakilan pemerintah AS "bertemu secara teratur dengan banyak orang di seluruh Hong Kong dan Makau".
"Misalnya, pada hari pertemuan khusus ini, para diplomat kami juga bertemu dengan legislator Hong Kong serta anggota komunitas bisnis Amerika dan korps konsuler," kata juru bicara itu.
Partai Demosisto mengatakan pihaknya mengkampanyekan lebih banyak penentuan nasib sendiri untuk Hong Kong tetapi bukan untuk kemerdekaan.
Ketegangan meningkat di Hong Kong setelah dua bulan aksi protes yang dipicu oleh penolakan terhadap RUU ekstradisi yang sekarang ditangguhkan.
RUU itu nantinya akan memungkinkan tersangka diadili di pengadilan China daratan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Libur Lebaran Usai, Wisata Jogja Tetap Diburu Meski Hotel Lesu
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Isu Pertamax Naik 10 Persen 1 April, Ini Penjelasan Bahlil
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- Bos Maktour dan Ketua Kesthuri Ditetapkan Tersangka Korupsi Kuota Haji
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Langgar Aturan Pelindungan Anak, Meta dan Google Dipanggil Menkomdigi
- Kemenko PM: Kasus Amsal Sitepu Ancaman Bagi Industri Kreatif Nasional
Advertisement
Advertisement







