Angin Kencang Terjang Klaten, Tower Seluler Roboh dan Ganggu Listrik
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Susilo Bambang Yudhoyono./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) direncanakan bakal bertemu Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) pada awal Agustus.
Pertemuan itu sebagai upaya merajut persatuan Indonesia setelah Pilpres 2019 lalu. Namun, hingga kini kedua tokoh itu masih belum juga menggelar pertemuan tersebut.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan pertemuan itu akan terselenggara di waktu yang tepat. Sebab, kini keadaannya sedang mencocokkan jadwal kosong antar kedua tokoh bangsa tersebut.
“Mungkin dua-duanya belum cocok jadwalnya. Sabar aja, kita tunggu,” ujarnya, Sabtu (3/8/2019).
Sejauh ini, lanjut dia, ihwal pertemuan SBY dan Jokowi masih dalam tahap komunikasi kedua belah pihak. “Sedang dikomunikasikan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, SBY menurut rencana akan bertemu Jokowi pada awal Agustus 2019 mendatang. Pertemuan itu sebagai upaya merajut persatuan Indonesia setelah gelaran Pilpres 2019 lalu.
Bak gayung bersambut, Jokowi juga mengatakan bahwa dirinya siap bertemu dengan siapapun untuk membangun silaturahmi kebangsaan dan merajut kebersamaan kembali pasca-Pilpres 2019.
"[Bertemu] Pak SBY, belum ada rencana. Tapi ketemu dengan siapapun itu penting, karena membangun silahturahmi, semua," kata Jokowi usai makan siang bersama keluarganya di Sukoharjo, Jawa Tengah, beberapa hari lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.