33 Negara Siapkan Pangan Darurat, Stok Beras Indonesia 25 Juta Ton
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Susilo Bambang Yudhoyono./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) direncanakan bakal bertemu Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) pada awal Agustus.
Pertemuan itu sebagai upaya merajut persatuan Indonesia setelah Pilpres 2019 lalu. Namun, hingga kini kedua tokoh itu masih belum juga menggelar pertemuan tersebut.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan pertemuan itu akan terselenggara di waktu yang tepat. Sebab, kini keadaannya sedang mencocokkan jadwal kosong antar kedua tokoh bangsa tersebut.
“Mungkin dua-duanya belum cocok jadwalnya. Sabar aja, kita tunggu,” ujarnya, Sabtu (3/8/2019).
Sejauh ini, lanjut dia, ihwal pertemuan SBY dan Jokowi masih dalam tahap komunikasi kedua belah pihak. “Sedang dikomunikasikan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, SBY menurut rencana akan bertemu Jokowi pada awal Agustus 2019 mendatang. Pertemuan itu sebagai upaya merajut persatuan Indonesia setelah gelaran Pilpres 2019 lalu.
Bak gayung bersambut, Jokowi juga mengatakan bahwa dirinya siap bertemu dengan siapapun untuk membangun silaturahmi kebangsaan dan merajut kebersamaan kembali pasca-Pilpres 2019.
"[Bertemu] Pak SBY, belum ada rencana. Tapi ketemu dengan siapapun itu penting, karena membangun silahturahmi, semua," kata Jokowi usai makan siang bersama keluarganya di Sukoharjo, Jawa Tengah, beberapa hari lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Mandat ganda Bank Indonesia memperkuat peran kebijakan moneter dan sinergi IRU, GIRU, serta RIRU dalam mendorong investasi dan lapangan kerja.
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.
PSS Sleman melakukan sejumlah perubahan saat menghadapi Garudayaksa FC. Frederic Injai, Lucao, dan Muhammad Isfandyar masuk starting XI.
Wahyu Suhendri terpilih menjadi Ketua PKDI DIY periode 2026-2031. Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi lurah dan kesejahteraan masyarakat.