Amien Rais: Alangkah Aib dan Hina Dina di Hadapan Allah kalau PAN Berkoalisi dengan Pemerintah

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/4). - Suara.com/Muhaimin A Untung
02 Agustus 2019 19:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Politikus senior PAN Amien Rais menolak mentah-mentah bergabung ke koalisi pemerintah.

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menganggap PAN nantinya akan terhina di mata Tuhan jika memilih bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Maka, Amien pun menyerukan agar PAN tetap konsisten untuk berada di luar pemerintahan atau beroposisi.

Seruan kepada PAN disampaikan Amien Rais melalui surat yang dibacakan senior Instruktur PAN Icu Zulkafril dalam focus group discussion (FGD) di Padepokan Pencak Silat TMII, Jumat (2/8/2019).

Dia mengingatkan PAN tak menggadaikan sikap politik untuk kepentingan sesaat.

"Alangkah aib dan malu, serta hina dina PAN di hadapan Allah YME. Kita gadaikan aqidah dan politik kita untuk kepentingan sesaat, sedangkan masa depan PAN sungguh tragis dan tidak ada lagi jalan kembali," tulis Amien.

Dalam surat tersebut, Amien menuding ekonomi yang dijalankan dalam pemerintagan Jokowi tidaj mencermibkan amanah sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945.

"Jangan sampai tangan kita ikut kotor berlumuran dosa sejarah, karena ekonomi pemerintahan Jokowi sangat jauh dari Pasal 33 UUD 1945 dari prinsip adil dan keadilan sebagaimana tertera dalam Pancasila." kata Amien.

"Hidup cuma sekali, hidup bagaikan sandiwara singkat, cuma puluhan tahun saja. Mari kita ambil peran dan posisi yang diridhoi-Nya jangan sebaliknya."

Sebelumnya, Amien Rais menyerukan agar PAN tetap berada di luar pemerintahan atau beroposisi. Seruan itu disampaikan Amein lewat sebuah surat yang dibacakan Icu Zulkafril.

Dalam suratnya, Amien menilai PAN akan jauh lebih terhormat jika dapat memilih posisi opisisi.

"Sikap oposisi lebih bermartabat, terhormat, dan sesuai aspirasi mayoritas anggota dan para pemilih PAN," kata Amien lewat surat tersebut.

Sumber : Suara.com