IPW Sebut Empat Nama Ini Berpeluang Jadi Kapolri

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menyampaikan materi seminar dalam acara seminar yang digelar di Fakultas Hukum UII, Jalan Tamansiswa, Jogja, Sabtu (31/03/2018). Harian Jogja - Desi Suryanto
02 Agustus 2019 15:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebutkan bursa calon Kapolri ramai seiring ramainya bursa calon kabinet yang akan dibentuk Jokowi dalam waktu dekat, termasuk Tito yang berpeluang ditarik menjadi menteri.                               

Neta menyebutkan setidaknya ada empat nama jenderal polisi yang masuk dalam bursa calon Kapolri menggantikan Jenderal Pol Tito Karnavian.

"Keempat calon kuat ini seluruhnya dari jenderal bintang dua (Irjen) dari berbagai angkatan Akademi Kepolisian," kata Neta, melalui pernyataan tertulis, di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Pertama, Irjen Pol Luki Hermawan (Kapolda Jawa Timur) yang merupakan lulusan Akpol angkatan 1987, seangkatan dengan Tito.

Kedua, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono yang kini menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya yang merupakan lulusan Akpol Angkatan 1988.

Ketiga, Irjen Pol Agus Andriyanto yang kini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara dan merupakan lulusan Akpol angkatan 1989.

Keempat, Irjen Pol Ahmad Dofiri yang kini menjabat sebagai Kapolda Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY), dan lulusan terbaik (Adhi Makayasa) Akpol angkatan 1989.

Informasi yang dihimpun IPW menyebutkan calon pengganti Tito harus lebih dulu dinaikkan pangkatnya menjadi jenderal bintang tiga (Komjen) sebelum dijadikan sebagai calon Kapolri.

"Dalam waktu dekat ini memang ada dua Komjen yang akan pensiun, yakni Kabaharkam Komjen Pol Condro Kirono dan Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto," kata Neta.

Ia mengungkapkan sejumlah sumber di Mabes Polri berharap calon Kapolri pengganti tidak satu angkatan dengan Tito, tetapi dari angkatan Akpol yang lebih muda sehingga terjadi regenerasi pimpinan di lembaga kepolisian.

Namun, kata dia, keputusan akhir tetap ada di tangan Presiden RI Joko Widodo sebagai pemegang hak prerogatif.

Ramainya bursa calon Kapolri, kata Neta, seiring ramainya bursa calon kabinet yang akan dibentuk Jokowi dalam waktu dekat, termasuk Tito yang berpeluang ditarik menjadi menteri.                                                                                                                                           

Sumber : Antara