Menristekdikti: Rektor Asing Diundang untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mencoba salah satu alat di Laboratori Terhubung berbasis teknologi simulasi canggih yang dilengkapi kemampuan Augmented Reality dan Virtual Reality (AR/VR), di UGM, Rabu (28/11/2018). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
26 Juli 2019 21:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan rektor asing akan diundang memimpin perguruan tinggi di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

“Saya selama jadi menteri melihat pertumbuhan perguruan tinggi menuju pada kualitas itu masih jauh dari apa yang kami harapkan. Kami melihat di dalam negeri sudah mulai makin baiklah, tetapi apabila kami bandingkan dengan perguruan tinggi dari luar negeri, ternyata kita jauh lebih rendah,” ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Ristekdikti, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Dengan adanya sumber daya dosen asing, akan terjadi kolaborasi dan berbagi masukan yang bisa bermanfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Ternyata di luar negeri pertama “resource”-nya [sumber daya] dosennya. Kalau dosen sifatnya homogen tidak akan maju, dan rata-rata perguruan tinggi di Indonesia sifatnya hampir homogen,” kata dia.

Sementara, di perguruan tinggi di luar negeri, tenaga atau dosen asing sudah ikut terlibat dan menjadi dosen serta meneliti bersama-sama.

“Dosen asing masih kurang [di Indonesia], kalau bisa 30 hingga 40 persen dari orang asing supaya kolaborasinya makin baik,” ujar dia.

Nasir mengatakan Kemenristekdikti akan menyampaikan masalah pendanaan untuk rektor asing tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Regulasi pelaksanaannya juga akan diatur dengan skema tertentu.

“Banyak peraturan yang berbenturan akan kami perbaiki dan nanti akan kami usulkan kepada presiden,” ujarnya.

Sumber : Antara