Berbahaya! Emak-Emak Naik Motor Melawan Arah di Jalan Raya Jogja-Solo
Kejadian pengendara motor salah jalur di jalan raya Jogja-Solo kembali berulang. Kali ini pelakunya seorang emak-emak yang mengendarai motor bebek.
Aparat Polres Klaten membawa Al Farizi ke ruang konferensi pers di Mapolres Klaten, Kamis (8/7/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN -- Polres Klaten sulit menjerat bos PT Krishna Alam Sejahtera, Al Farizi, dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Hal itu karena model bisnis yang diterapkan Al Farizi berupa investasi uang tunai.
Hal itu diungkapkan Kasatreskrim Polres Klaten AKP Diky Hermansyah kepada wartawan, Selasa (23/7/2019). “Jika aset itu tidak diakui para mitra tapi diakui Al Farizi, kami bisa saja menjerat dengan TPPU. Yang ada sekarang, Al Farizi itu memiliki uang hasil setoran [dari mitra],” kata AKP Diky mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi.
Dalam kasus ini, sebut Diky, Al Farizi sebagai tersangka tunggal. Istri atau anaknya tidak tahu apa-apa.
Di sisi lain, sebelumnya Al Farizi sudah mengakui akan sulit mengembalikan seluruh uang yang diinvestasikan para mitra ke perusahaannya. “Seluruh aset saya sudah disita polisi. Saya juga tidak punya rumah,” katanya.
Fakta lainnya adalah jumlah korban dugaan penipuan oleh Al Farizi yang jumlahnya mencapai 1.800 orang. Hingga saat ini, Polres Klaten belum selesai mendata jumlah korban dugaan penipuan investasi bodong PT Krishna Alam Sejahtera Klaten pimpinan Al Farizi.
Dari data awal sekitar 1.800 mitra, Polres Klaten baru menyelesaikan 60 persennya. Polisi juga masih memburu aset lain yang kemungkinan masih dimiliki Al Farizi.
Polres Klaten menangkap Al Farizi di Garut, Jabar, Selasa (16/7/2019) malam. Sebelumnya, Al Farizi kabur dari kantornya di Kajen, Ceper. Al Farizi diduga telah melakukan penipuan ke hampir 1.800 orang dalam bisnis investasi pengeringan bahan jamu. Saat penangkapan, polisi menyita uang dari Al Farizi senilai Rp3,38 miliar.
Al Farizi dijerat Pasal 378 atau 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Kejadian pengendara motor salah jalur di jalan raya Jogja-Solo kembali berulang. Kali ini pelakunya seorang emak-emak yang mengendarai motor bebek.
Sebanyak 34.853 jemaah haji akan tiba melalui Bandara Soekarno-Hatta sepanjang Juni 2026. Kepulangan perdana dimulai dari Jeddah pada 1 Juni.
Sebanyak 600 besek daging kurban dibagikan kepada warga Banguntapan, Bantul, melalui Paguyuban Pandu untuk memperkuat kepedulian sosial saat Iduladha.
Kemacetan di Jogja kerap terjadi di sejumlah ruas utama. Gejayan, Malioboro, Jalan Solo, hingga Ring Road Utara menjadi titik langganan padat.
Danantara memastikan tata kelola DSI berjalan transparan dan akuntabel. Dialog dengan pelaku usaha digelar selama masa transisi hingga akhir 2026.
Bakom menilai kunjungan Prabowo ke Prancis perlu dilihat dari manfaat dan hasilnya, termasuk kesepakatan investasi senilai Rp61,25 triliun.