Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Ilustrasi tsunami/Kim Kyung Hon
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memetakan persoalan di pesisir selatan Jawa untuk menghadapi potensi megathrust magnitudo 8,8 di Laut Selatan. Masyarakat di 584 desa pesisir selatan Jawa akan dibekali pemahaman mendalam tentang mitigasi bencana tsunami.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Lilik Kurniawan, mengatakan pemetaan dilakukan selama 34 hari sejak 12 Juli hingga 17 Agustus mendatang. Para sukarelawan dan pakar bergabung untuk menyisir masyarakat di kawasan pesisir mulai dari Banyuwani, Jawa Timur hingga Anyer, Serang, Banten.
“Kami menggandeng sukarelawan di masing-masing wilayah agar bisa mengomunikasikan materi mitigasi bencana kepada masyarakat. Semua desa yang rawan tsunami akan kami nilai ketangguhannya,” katanya seusai menjadi pembicara di Seminar Nasional Pengurangan Risiko Bencana di ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM, Selasa (23/7/2019).
“Hasil pemetaan ini akan disampaikan ke pemerintah daerah kabupaten maupun kota agar ditindak lanjuti. Sebab jika terjadi tsunami, warga desa di pesisir Selatan yang terkena dampaknya mencapai 600.000 jiwa,” kata dia.
Sebelumnya, pakar tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko mengatakan kawasan pantai selatan Jawa memiliki potensi gempa megathrust dengan magnitudo 8,8.
“Segmentasi-segmentasi megathrust tersebut tersebar di sepanjang Jawa Selatan, Sumba di sisi timur, Jawa Tengah dan di bawah Selat Sunda. Ada yang potensi gempa megathrust dengan magnitudo 8,5, 8,7 hingga 8,8,” katanya di Kantor Pusdalops BPBD DIY, Rabu (17/7/2019).
Potensi gempa magnitudo 8,8 di sisi Selatan DIY, kata Widjo, bisa menimbulkan gelombang tsunami yang cukup tinggi. Berdasarkan permodelan yang dia lakukan, gelombang tsunami tersebut memiliki potensi ketinggian 20 meter dengan jarak rendaman ke wilayah daratan sekitar tiga hingga empat kilometer. “Ini berdasarkan metode numerik komputasi jika magnitudo 8,8 terjadi,” katanya.
Gelombang tsunami akan tiba dalam waktu sekitar 30 menit setelah terjadi gempa besar. Jika dikurangi dengan standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mengeluarkan peringatan dini tsunami, waktu yang dimiliki untuk proses evakuasi hanya 25 menit. “Oleh karenanya, ini harus diantisipasi bukan menakut-nakuti,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Rudal Iran disebut makin canggih dengan teknologi pencari target. Kemampuan ini meningkatkan ancaman terhadap kapal perang AS di Selat Hormuz.
Kampanye calon lurah di Gunungkidul dijadwalkan berlangsung 20-22 September 2026. Pilur akan digelar pada 26 September 2026.
Kejagung mengusut dugaan korupsi lahan Inhutani V oleh PT PSMI. Rp1 triliun disita, 47 saksi diperiksa, tetapi belum ada tersangka.
Basarnas memperluas pencarian lima jurnalis hilang di perairan Selat Sunda ke empat sektor dengan mengerahkan 13 kapal pada hari keempat.
Xiaomi memastikan Redmi Note 17 Series masuk Indonesia pada 16 September 2026, dengan varian Pro Max membawa baterai 10.000 mAh.