Pasokan Air Ribuan Pelanggan PDAM di Klaten Terancam Proyek Tol Jogja-Solo

Bupati Klaten Sri Mulyani (tengah) mengecek lokasi terdampak tol Solo-Jogja, Selasa (9/7 - 2019). (Istimewa)
19 Juli 2019 19:37 WIB Taufik Sidik Prakoso News Share :

Harianjogja.om, KLATEN - Rencana pembangunan tol Jogja-Solo bakal mengancam pasokan air di wilayah Klaten, Jawa Tengah.

Pasokan air untuk separuh pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)Tirta Merapi Klaten terancam dengan adanya rencana pembangunan ruas jalan tol Solo-Jogja.

Sebagian ruas tol itu lokasinya berdekatan dengan Umbul Geneng di Desa Ngrundul dan Umbul Lanang di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten. Ada 20.000 pelanggan PDAM yang mendapatkan pasokan air bersih dari dua umbul tersebut.

Direktur Teknis PDAM Tirta Merapi Klaten, Sigit Setyawan, mengatakan Umbul Geneng dan Umbul Lanang menjadi andalan PDAM untuk mencukupi kebutuhan air bersih kepada para pelanggan selain enam sumber mata air lainnya dan 10 sumur dalam.

Total debit air yang dimanfaatkan PDAM dari kedua umbul itu sekitar 180 liter/detik untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi 20.000 pelanggan di wilayah kota seperti Kecamatan Klaten Tengah, Klaten Utara, Klaten Utara, serta Kalikotes.

Jumlah pelanggan yang dilayani PDAM memanfaatkan air dari dua umbul itu hampir separuh dari total pelanggan. Jumlah total pelanggan PDAM saat ini mencapai 43.000 pelanggan.

Sigit mendapat informasi rencana ruas jalan tol dibangun di antara Umbul Geneng dan Umbul Lanang. Terkait rencana tersebut, Sigit berharap ruas jalan tol di wilayah Kebonarum bisa digeser.

Dia menjelaskan ada aturan soal jarak garis sempadan mata air minimal 200 meter dari lokasi keluarnya air. Selain itu, proyek jalan tol yang melintasi dua umbul tersebut dikhawatirkan mengganggu debit air hingga memengaruhi pasokan air bersih puluhan ribu pelanggan PDAM.

“Jarak antara Umbul Geneng dan Umbul Lanang itu tidak ada 200 meter. Belum lagi kalau saat proyek berjalan dan jika itu berupa flyover, apakah pembuatan tiang pancang itu tidak mengganggu debit air dari kedua mata air? Kalau permintaan kami, rencana melewati di antara kedua umbul itu bisa digeser,” kata Sigit saat dihubungi Solopos.com, Kamis (18/7/2019).

Sigit mengakui untuk menggeser lokasi rencana ruas tol itu cukup dilematis. Wilayah sekitar Kecamatan Kebonarum banyak terdapat sumber mata air termasuk di sisi utara berdekatan dengan Umbul Geneng terdapat salah satu mata air di Desa Jagalan, Kecamatan Karangnongko yang dimanfaatkan PDAM untuk melayani 2.000 pelanggan di Kecamatan Wedi.

“Masukan agar ada pergeseran ruas jalan tol di dekat Umbul Geneng dan Umbul Lanang ditindaklanjuti saat paparan di Semarang. Soal hasilnya seperti apa, saya belum tahu,” kata dia.

Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Klaten, Joko Suprapto, menjelaskan pergeseran ruas jalan tol yang berdekatan dengan Umbul Geneng dan Lanang menjadi usulan krusial.

Saat pemaparan tim perencanaan jalan tol Solo-Jogja di Semarang, Selasa (16/7/2019), usulan pergeseran itu sudah disampaikan perwakilan Pemkab Klaten. Pemkab berharap ada kajian menggeser ruas jalan tol berdekatan dengan Umbul Geneng dan Umbul Lanang sebelum ada penetapan lokasi ruas jalan tol Solo-Jogja di wilayah Jawa Tengah.



Sumber : Solopos.com