Harapkan Sistem Khilafah Berlaku di Indonesia pada 2024, PA 212 Tuding Penolaknya Menodai Agama

Pelaksana Tugas PA 212 Asep Syarifudin (paling kiri). - Suara.com
18 Juli 2019 20:52 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—PA 212 merancang agar khilafah bisa ditegakkan di Indonesia pada 2024. Pelaksana Tugas PA 212, Asep Syarifudin mengatakan FPI sendiri sudah memiliki Divisi Penegakan Khilafah dan konsep pemerintahan tersebut diajarkan dalam organisasinya itu.

“Saya pelajari konsepsi ikhwanul muslimin, Hizbut Tahrir. Kalau FPI itu ada Ketua Penegakan Khilafah. JAT, Jamaah Anshorus Syariah juga ada perjuangan penegakan Khilafah,” kata Asep dalam diskusi yang digelar di Gedung Joeang 45, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

Menurutnya, sistem khilafah adalah solusi. Sebab, sistem demokrasi di Indonesia hanya bisa melindungi masyarakat, tapi tak aman bagi kedaulatan agama.

“Demokrasi, sistem itu kalau dalam melindungi masyarakat iya, tapi untuk konteks mengamankan kedaulatan agama, belum tentu,” ujarnya.

Karena itulah Asep sangat berharap khilafah bisa tegak berdiri di Indonesia pada 2024. Selain banyak organisasi-organisasi berbasis Islam yang memiliki divisi soal penegakan khilafah, Asep juga menilai kalau khilafah tersebut adalah syariat Islam.

“Harapan saya 2024 khilafah tegak di Indonesia. Khilafah itu adalah syariat Islam. Kalau menolak khilafah itu artinya menolak syariat Islam, itu penodaan agama.”

Sumber : Suara.com