Bamsoet dan Airlangga Siap Berebut Kursi Ketum Golkar

Bambang Soesatyo mendeklarasikan diri sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024 - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
18 Juli 2019 17:37 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Aktor perebutan kursi ketua umum Partai Golongan Karya (Golkar) semakin jelas. Dua nama yakni Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Airlangga Hartarto akan memperebutkan posisi tersebut.

Bamsoet telah mendeklarasikan diri maju sebagai calon ketua umum Partai Golongan Karya untuk menantang petahana Airlangga dalam Musyawarah Nasional 2019.

Bambang berharap jika Munas diselenggarakan dalam waktu dekat hendaknya berjalan secara demokratis dan tidak ada pemaksaan dukungan maupun rekayasa.

“Tidak pernah dikenal Golkar itu ada pemaksaan aklamasi, hanya ada calon tunggal. Kita harus belajar dari kasus Bali dan Ancol [ada dualisme kepemimpinan]. Kita harus bekerja dan berdemokrasi secara benar,” katanya di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Jika terpilih menjadi Ketua Umum Golkar, Bambang berharap partai berlambang pohon beringin itu ke depan bisa merepresentasikan kalangan kaum milenial atau anak muda.

Kontribusi anak muda dalam perolehan suara Golkar pada pemilihan umum 2019 lalu sangat kecil yakni kurang dari 5 persen. Dia berpendapat bahwa minimnya peran anak muda karena partai dianggap tidak mewakili anak muda meskipun jumlah perolehan suara total hingga 40 juta suara.

Bambang menyadari suara kaum milenial sangat besar sehingga dia menargetkan lima tahun mendatang persentase suara kaum milenial ditarget naik dua kali lipat.

Jika jadi ketua nanti, dia akan mengubah citra partai agar ramah milenial. Sayap partai seperti Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) harus membuat kegiatan untuk menggaet mereka.

“Sebab kalau tidak dirangkul mereka bisa lari ke partai baru yang banyak menjanjikan masa depan mereka. Kalau kita mengacu dan tetap pada gaya lama, maka hanya soal waktu saja. Tentu kita tidak mau itu terjadi,” jelasnya.

Bagi Bamsoet, membesarkan partai adalah tugas bersama. Golkar harus menjadi partai tengah yang bisa menjadi harapan rakyat.

Sumber : Bisnis.com