Atasi Defisit Neraca Dagang dengan Menaikkan Harga BBM

Isu kenaikan harga BBM subsidi mencuat seiring dengan defisit neraca migas yang terus berlanjut. Apalagi, DPR juga membuka ruang kepada pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi. - Nurul Hidayat
18 Juli 2019 12:27 WIB Gloria Fransisca Katharina Lawi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri dipandang bisa menjadi salah satu solusi mengatasi defisit neraca dagang.

Kepala Departemen Ekonomi Politik Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menyatakan, defisit neraca perdagangan pada semester I/2019 tercermin dari defisit impor migas yang terus mengalami kenaikan.

Kondisi defisit impor migas ini juga akhirnya berimbas pada menurunnya impor nonmigas serta kinerja ekspor nonmigas.

“Impor migas harus turun, caranya konsumsi dalam negeri harus turun. Kita sudah 15 tahun mengimpor minyak ketika harga minyak naik, harga BBM tidak naik, konsumsi membesar, impor pun membesar. Maka trade defisit dibenahi, impor minyak dengan menaikkan harga BBM domestik,” ujar Yose kepada JIBI/Bisnis, Rabu (17/7/2019).

Dia menyebut, kinerja impor yang menurun berbanding lurus dengan kinerja ekspor. Dia pun menilai hal itu menjadi wajar ketika kinerja ekspor nonmigas juga menurun. Dia menilai impor migas sebagai permasalahan hulu yang berkontribusi paling besar pada penurunan ekspor impor sektor lain.

“Jadi tidak bisa kalau impor yang kita tekan. Apalagi impor bahan baku, sementara kita mengharapkan ekspor kita naik,” sambung Yose.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia