Advertisement
Pengamat Nilai Pertemuan Jokowi dan Prabowo Sudutkan Kelompok Antidemokrasi
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berjalan bersama di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT dan diakhiri dengan makan siang bersama. - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pertemuan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhir pekan lalu dianggap membuat kelompok radikal melemah.
Pendapat itu dikemukakan pengamat politik dari Populi Centre Rafif Pamenang Imawan. Menurutnya, kelompok-kelompok radikal dan antidemokrasi semakin tersudut pasca Jokowi dan Prabowo bertemu.
Advertisement
"Kelompok anti demokrasi tersudut usai pertemuan Jokowo dan Prabowo," ujar Rafif kepada wartawan, Rabu (17/7/2019).
Rafif menyebut momen pesta demokrasi seperti Pemilu adalah kesempatan setiap kelompok untuk mendapatkan dukungan politik di luar kelompok radikal. Dia menilai momentum kelompok radikal mendapat dukungan sudah hilang usai Prabowo memutuskan bertemu Jokowi untuk pertama kalinya pasca Pilpres 2019.
Dia lantas menyarankan adanya penguatan fungsi hubungan partai politik dengan organisasi masyarakat kedepannya untuk mencegah eksistensi kelompok radikal di Indoensia.
"Oleh karenanya perlu untuk memperkuat hubungan antara parpol dan ormas sehingga kanal agregasi politik dapat terkumpul di parpol," tuturnya.
Penguatan hubungan antara parpol dan ormas diyakini bisa semakin mempersempit ruang gerak elemen-elemen antidemokrasi atau radikal. Karena alasan itu maka penguatan harus segera dilakukan.
Pertemuan Jokowi dan Prabowo akhir pekan lalu terjadi di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Keduanya menaiki MRT dalam satu gerbong dan duduk bersebelahan menuju kawasan Senayan.
Usai bertemu di MRT, Jokowi dan Prabowo makan siang bersama di sebuah restoran. Prabowo dan Jokowi sama-sama menegaskan tidak ada lagi kubu-kubuan di masyarakat pascapilpres 2019.
Sejumlah tokoh terlihat ikut dalam pertemuan itu, seperti Kepala BIN Budi Gunawan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menhub Budi Karya Sumadi, Waketum Gerindra Edhy Prabowo, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, hingga Ketua TKN Erick Thohir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Adu Banteng Motor dan Truk di Sentolo Kulonprogo, Pengendara Tewas
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Pelanggaran Pasar Modal, OJK Hukum IPPE dan TDPM
- Bali United Ditahan Persijap 0-0, Tren Minor Berlanjut
- Tebing Ambrol di Tanjakan Clongop GK, Pengguna Jalan Diminta Waspada
- Bank Syariah Nasional On Track Menuju Pangsa Pasar 20 Persen
- Bapanas-Bulog Percepat Bantuan Beras dan Minyak ke 33,2 Juta Warga
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Minggu 1 Maret 2026
- Liverpool Bungkam West Ham 5-2, Anfield Berpesta
Advertisement
Advertisement







