Siapa Ketua Umum Golkar ke Depan, Tergantung Restu Jokowi?

Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto. - ANTARA/Muhammad Adimajaama
08 Juli 2019 12:47 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden terpilih Joko Widodo dinilai akan turut mempengaruhi siapa yang bakal menakhodai Partai Golkar ke depan.

Pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar tidak akan terlepas dari pengaruh Pesiden Joko Widodo karena pemerintah membutuhkan partai itu sebagai mitranya di parlemen dan pemerintahan.

"Saya yakin bahwa restu Pak Jokowi penting dalam menentukan pimpinan Golkar. Penting bagi Golkar, penting juga buat Jokowi," kata Ketua DPP Partai Golkar Andi Sinulingga dalam sebuah diskusi publik hari ini, Minggu (7/7/2019).

Dia mengakui partai berlambang pohon beringin tengah bergoyang menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar Desember 2019 setelah dua nama masing-masing Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Ketum Airlangga Hartarto menguat untuk jadi calon pemimpin partai itu.

Andi mengakui dengan adanya dua kontestan itu maka konstelasi menjelang Munas akan makin memanas.

"Saya meyakini Jokowi adalah sosok yang enggak suka kegaduhan. Nah karena ini, kegaduhan itu harus dihentikan, karena gaduh dengan dinamika itu dua hal yang berbeda,” ujar Andi.

Menurutnya, Presiden Jokowi akan melihat siapa di antara keduanya yang banyak mendapat dukungan untuk direstui.

"Dia pasti cari orang yang bisa dia percaya, menjaga keseimbangan antara PDIP dan Golkar dan partai lain. Saya kira dia butuh orang seperti itu,” ujarnya.

Andi mengakui tugas Presiden Jokowo akan berat terutama dalam hal meningkatkan kinerja ekonomi. Karena itu Presiden Jokowi butuh kekuatan yang besar, jadi benteng supaya kondisi ekonomi kita bisa terus baik dan stabi.

Sumber : Bisnis.com