Politisi PDIP Anggap Usulan Jemput Rizieq Shihab dalam Pertemuan Jokowi-Prabowo Gak Nyambung

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. - Nurul Hidayat/Bisnis Indonesia
06 Juli 2019 18:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Usulan mantan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak terkait adanya upaya penjemputan pentolan FPI Habib Rizieq Shihab di balik rekonsiliasi antara Jokowi dengan Prabowo Subianto, dinilai aneh.

Politisi PDIP Zuhairi Misrawi ikut menyebut usulan Dahnil itu aneh. Pasalnya, pertemuan Jokowi dan Prabowo diharapkan oleh banyak pihak untuk meredam panasnya suasana di tengah masyarakat saat Pilpres 2019.

"Saya kira bahwa rekonsiliasi tidak menyangkut orang. Tapi menyangkut visi. Visi bagaimana kita sebagai bangsa harus bersatu lagi," kata Zuhairi saat ditemui di D'Consulate Lounge, Jalan KH. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7/2019).

Terkait soal Habib Rizieq yang kini masih bermukim di Mekkah, Arab Saudi, Zuhairi menyebut urusan tersebut bisa dilakukan di luar rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo.

Oleh karena itu, Zuhairi menganggap aneh apabila ada nama Habib Rizieq kemudian disangkutpautkan dengan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo. Pertemuan antara keduannya dikabarkan akan berlangsung bulan Juli ini.

"Jadi aneh saja kalau dalam rekonsiliasi itu ada poin tentang Habib Rizieq," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dahnil Anzar Simanjuntak turut berkomentar terkait rencana rekonsiliasi antara Jokowi dengan Prabowo Subianto pasca Pilpres 2019.

Dahnil berharap pertemuan itu juga membahas soal rencana untuk memulangkan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia sebagai wujud rekonsiliasi politik.

"Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada Habib Rizieq kembali ke Indonesia," kata Dahnil melalui akun Twitternya @dahnilanzar pada Kamis (4/7/2019)

Sumber : Suara.com