Tahun Ini, Jemaah Haji Tidak Lagi Gunakan Gelang Status Kesehatan

Ilustrasi ibadah haji dan umrah. - JIBI
02 Juli 2019 17:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penyelenggaraan haji tahun 2019 tidak lagi menggunakan gelang berwarna penanda status kesehatan calon haji berisiko kesehatan.

"Tahun ini Kemenkes tidak lagi memberikan gelang kesehatan dengan tiga warna merah, kuning dan hijau sebagaimana sebelumnya," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi, di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Dia mengatakan penanda bagi jemaah haji yaitu Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH) yang disertai penanda risiko tinggi (risti) dalam bentuk kotak berwarna jingga.

Pada KKJH, kata dia, juga terdapat barcode (kode batang) dan kode QR. Barcode menjadi kode berisi akses data-data kesehatan jemaah pada Siskohatkes yang terintegrasi dengan Siskohat Kementerian Agama.

"lnovasi ini sangat membantu mengingat Indonesia memiliki jumlah jemaah haji terbesar di dunia, 231 ribu orang," kata dia.

Oscar mengatakan jemaah Indonesia akan dilayani oleh 1.827 petugas kesehatan, terdiri dari 1.521 orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan 306 Panitia Penyelenggara lbadah Haji (PPIH) bidang kesehatan. Jumlah tersebut sama dengan tahun 2018.

Kendati demikian, dia mengatakan terjadi penambahan petugas TKHI sebanyak 66 orang yang terdiri dari 22 dokter dan 44 perawat seiring bertambahnya 10 ribu kuota haji Indonesia.

Komposisi TKHI, kata dia, terdiri dari satu orang dokter dan dua perawat untuk setiap kloter. Sementara PPIH akan terdiri dari Tim Promotif Preventif (TPP), Tim Gerak Cepat (TGC) dan Tim Kuratif Rehabilitatif (TKR).

Sumber : Antara