Pidato Iriana Jokowi dalam KTT G20 di Jepang Ini Malah Menuai Kritik

Ibu Negara Iriana Jokowi mendampingi Presiden Joko Widodo menjajal tol Trans Jawa menggunakan bus Damri, Kamis (20/12/2018). - Ist/Twitter Pramono Anung
02 Juli 2019 15:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Dalam kunjungannya untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi. Namun rupanya Iriana tak sekadar mendampingi sang suami, saat hadir di acara tersebut, Jumat (28/6/2019) lalu.

Ia juga memberikan presentasi di hadapan para ibu negara yang lain di pertemuan besar tersebut.

Potongan videonya saat menyampaikan materi presentasi pun saat ini telah tersebar luas di Twitter.

Salah satunya diunggah oleh pengguna akun @mas__piyuuu, Senin (1/7/2019) kemarin.

Dalam video itu, Iriana menggunakan Bahasa Indonesia di presentasinya. Ia tampak sangat lembut dan anggun, berbicara sambil tersenyum selama presentasi.

Dirinya membuka pidato dengan menceritakan pengalaman dan sebagian kegiatannya sebagai Ibu Negara Indonesia dalam menanggulangi sampah.

"Di sini saya menanam pohon mangrove. Kebetulan pas hujan, hujan tidak menghalangi untuk menanam mangrove. Di sini saya bekerja dengan organisasi yang ada di Indonesia, juga melibatkan, mungkin di sini tidak terlihat, dengan anak-anak Pramuka," ucap Iriana.

"Di sini saya memungut sampah plastik dan banyak sekali itu sampah-sampah, tidak hanya plastik saja. Di sini saya tidak takut sakit..." lanjutnya.

Beberapa warganet kemudian memberikan komentar bangga untuk Iriana. Namun, di antara banyaknya komentar yang ditulis untuk video tersebut, tampaknya Iriana mendapat lebih banyak kritik daripada pujian.

Kritik yang disampaikan warganet itu berkaitan dengan materi presentasi Iriana di potongan video itu, yang menurut mereka kurang mengesankan dan tak sesuai untuk disampaikan di acara semegah KTT G20.

"Presentation dalam Bahasa Indonesia sudah ok, TAPI bahan presentation-nya itu lo, enggak ada yang lebih ok kah?" komentar @w_runturambi.

"Ibu Negara menampilkan presentasi yang sangat sederhana, padahal itu event/moment yang sangat penting, yaitu G20, seharusnya ajang tersebut menampilkan ide, gagasan, serta prestasi suatu bangsa yang bernama Indonesia, sebuah negara yang kaya akan sumber daya alam," kritik @m_mirah, sambil memberi saran.

"Malah mencitrakan diri, pakai ngomong enggak takut sakit segala... Alm Lady Diana pegang-pegang penderita kusta tak pakai ngomong ini itu," tulis @nirmayuliansyah.

Mengutip siaran pers dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, kala itu Iriana menghadiri acara simposium mengenai lingkungan hidup bertema "Oceans – A Precious Resource for Our Lives".

Acara yang diikuti para pendamping pemimpin negara-negara G20 tersebut digelar di Assembly Hall, Osaka Prefectural Government Office, Jepang, pada Sabtu (29/6/2019).

Dalam acara simposium, Iriana duduk di baris kedua di antara istri PM Vietnam Nguyn Xuân Phúc, Trn Th Nguyt Thu, dan istri PM Singapura Lee Hsien Loong, Ho Ching. Acara dibuka dengan penayangan video singkat tentang lingkungan yang dilanjutkan dengan sambutan pembuka dari Madame Akie Abe.

Simposium ini kemudian diisi dengan diskusi antara para pendamping, pelajar, dan spesialis. Iriana memberikan tanggapannya setelah istri PM Vietnam.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Iriana menjelaskan kegiatan penanaman bakau atau mangrove di pantai yang dilakukannya pada saat ia melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten pada 11 Maret 2019 lalu.

Sumber : Suara.com