Advertisement
Ekskavasi di Tepi Bengawan Solo Temukan 149 Fosil Binatang Purba
Tulang hewan purba sepanjang 20 cm ditemukan tim ekskavasi fosil dari BPSMP Sangiran, Sragen, di Dukuh Butuh, Banaran, Sambungmacan, Sragen, Senin (24/6/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
Advertisement
Harianjogja.com, SRAGEN --Tim ekskavasi struktur tanah purba Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran menemukan sebanyak 149 fragmen fosil binatang purba di tepi Bengawan Solo wilayah Sragen.
Fosil binatang purba itu ditemukan saat tim melakukan ekskavasi di tepi Bengawan Solo wilayah Dukuh Butuh, Banaran, Sambungmacan, Sragen, selama sepekan terakhir. Fosil-fosil tersebut disimpan di rumah warga Sambungmacan untuk kepentingan penelitian.
Advertisement
Anggota staf BPSMP Sangiran, Sragen, Ilham Abdullah, Minggu (30/6/2019), menjelaskan seratusan fragmen fosil tersebut berupa serpihan tulang dan gigi.
Dia memerinci dari 149 buah fosil itu teridentifikasi berupa tulang dari sejumlah binatang purba, yakni hewan berkuku genap atau artiodactyla, keluarga rusa (cervidae), keluarga kerbau atau hewan berkuku belah (bovidae), buaya pemakan ikan (gavialis), keluarga badak (rhinocerotidae), labi-labi atau penyu bercangkang lunak (trionychidae), buaya (crocodylus sp), ikan (pisces), dan hewan pengerat atau rodentia.
BACA JUGA
“Temuan itu menambah jumlah dan jenis temuan di Sambungmacan dan umumnya temuan di Jawa atau Indonesia. Temuan fosil-fosil tersebut kemudian dijadikan acuan jenis binatang yang ditemukan pada setiap lapisan tanah untuk dapat menentukan usia lapisan tanah purba. Temuan itu juga menjadi dasar persebaran temuan untuk menghitung luas area situs purba di wilayah Sambungmacan,” jelas Ilham.
Dia melanjutkan temuan fosil itu bisa menjadi bahan penelitian yang lebih mendalam oleh peneliti-peneliti yang tertarik. Dia mengatakan temuan itu disimpan di rumah warga setempat bernama Darsono.
Selama ini rumah Darsono menjadi semacam museum purba mini di wilayah Sambungmacan. Temuan-temuan fosil purba lainnya yang ditemukan sebelumnya juga disimpan di rumah Darsono.
Sebelumnya, Ilham bersama dua orang temannya melakukan survei lokasi dari perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga sampai wilayah Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan. Ilham menjelaskan survei lapisan tanah purba dilakukan sejak 17-24 Juni 2019.
Dia mengatakan fosil-fosil itu ditemukan pada lapisan tanah aluvial, pasir silang siur, kolongmerat, dan lempung pasiran. Selama melaksanakan kegiatan tersebut, BPSMP Sangiran, Sragen, juga berkoordinasi dengan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen.
Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Sragen, Anjarwati Sri Sayekti, mengatakan Disdikbud melakukan pendampingan saat tim BPSMP Sangiran melakukan survei di Sangiran.
“Selain pendampingan, kami juga menyatukan visi dan misi untuk masa depan pengembangan situ Sambungmacan,” ujarnya saat dihubungi di sela-sela pentas budaya di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DPRD Jogja Gelar Penghormatan Terakhir untuk Adrian Subagyo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Atalanta vs Juventus Skor 0-1, Si Nyonya Tua Naik Peringkat Keempat
- Banjir dan Pohon Tumbang Terjang Jogja Usai Hujan Lebat
- Innova Oleng Tabrak Truk di Jalan Jogja-Solo, Sopir Luka Parah
- Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik
- Timbun 1.000 Tabung, Pangkalan Elpiji di Lumajang Ditutup
- Program MBG Dievaluasi, 500 Lebih Dapur Disetop Sementara
- Resah Knalpot Brong, Warga Sleman Lakukan Sweeping
Advertisement
Advertisement




