Rumah Rapuh Roboh di Sragen Timpa Nenek 83 Tahun hingga Meninggal
Rumah roboh di Sragen menimpa Satiyem, 83, hingga meninggal. Korban berada di teras saat bangunan rumahnya ambruk.
Tulang hewan purba sepanjang 20 cm ditemukan tim ekskavasi fosil dari BPSMP Sangiran, Sragen, di Dukuh Butuh, Banaran, Sambungmacan, Sragen, Senin (24/6/2019). (Solopos/Tri Rahayu)
Harianjogja.com, SRAGEN --Tim ekskavasi struktur tanah purba Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran menemukan sebanyak 149 fragmen fosil binatang purba di tepi Bengawan Solo wilayah Sragen.
Fosil binatang purba itu ditemukan saat tim melakukan ekskavasi di tepi Bengawan Solo wilayah Dukuh Butuh, Banaran, Sambungmacan, Sragen, selama sepekan terakhir. Fosil-fosil tersebut disimpan di rumah warga Sambungmacan untuk kepentingan penelitian.
Anggota staf BPSMP Sangiran, Sragen, Ilham Abdullah, Minggu (30/6/2019), menjelaskan seratusan fragmen fosil tersebut berupa serpihan tulang dan gigi.
Dia memerinci dari 149 buah fosil itu teridentifikasi berupa tulang dari sejumlah binatang purba, yakni hewan berkuku genap atau artiodactyla, keluarga rusa (cervidae), keluarga kerbau atau hewan berkuku belah (bovidae), buaya pemakan ikan (gavialis), keluarga badak (rhinocerotidae), labi-labi atau penyu bercangkang lunak (trionychidae), buaya (crocodylus sp), ikan (pisces), dan hewan pengerat atau rodentia.
“Temuan itu menambah jumlah dan jenis temuan di Sambungmacan dan umumnya temuan di Jawa atau Indonesia. Temuan fosil-fosil tersebut kemudian dijadikan acuan jenis binatang yang ditemukan pada setiap lapisan tanah untuk dapat menentukan usia lapisan tanah purba. Temuan itu juga menjadi dasar persebaran temuan untuk menghitung luas area situs purba di wilayah Sambungmacan,” jelas Ilham.
Dia melanjutkan temuan fosil itu bisa menjadi bahan penelitian yang lebih mendalam oleh peneliti-peneliti yang tertarik. Dia mengatakan temuan itu disimpan di rumah warga setempat bernama Darsono.
Selama ini rumah Darsono menjadi semacam museum purba mini di wilayah Sambungmacan. Temuan-temuan fosil purba lainnya yang ditemukan sebelumnya juga disimpan di rumah Darsono.
Sebelumnya, Ilham bersama dua orang temannya melakukan survei lokasi dari perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga sampai wilayah Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan. Ilham menjelaskan survei lapisan tanah purba dilakukan sejak 17-24 Juni 2019.
Dia mengatakan fosil-fosil itu ditemukan pada lapisan tanah aluvial, pasir silang siur, kolongmerat, dan lempung pasiran. Selama melaksanakan kegiatan tersebut, BPSMP Sangiran, Sragen, juga berkoordinasi dengan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen.
Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Sragen, Anjarwati Sri Sayekti, mengatakan Disdikbud melakukan pendampingan saat tim BPSMP Sangiran melakukan survei di Sangiran.
“Selain pendampingan, kami juga menyatukan visi dan misi untuk masa depan pengembangan situ Sambungmacan,” ujarnya saat dihubungi di sela-sela pentas budaya di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Rumah roboh di Sragen menimpa Satiyem, 83, hingga meninggal. Korban berada di teras saat bangunan rumahnya ambruk.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.
Aigner merilis koleksi Munich di Indonesia melalui Adtime. Simak 18 tipe jam tangan terbaru dan strategi pengembangan bisnis merek ini.