Cari Heli yang Hilang Kontak, Personel TNI AU Dikerahkan ke Oksibil Papua

Ilustrasi Petugas PMI mengevakuasi korban yang diangkut menggunakan helikopter Super Puma H-3216, saat Latihan Kesiapsiagaan Operasional Koopsau I, di Lanud Sutan Sjahrir Padang, Sumatera Barat, Jumat (21/6/2019). - Ist/Antara.
29 Juni 2019 14:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAYAPURA--Sebanyak empat personel TNI AU berangkat dari Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura ke Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua guna membantu pencarian helikopter TNI AD yang mengalami hilang kontak.

Danlanud Silas Papare Marsma TNI Ir Tri Bowo Budi Santoso ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Sabtu mengatakan empat personel itu berangkat pagi sekitar pukul 10.37 WIT dengan menggunakan pesawat terbang CN235.

"Mereka berangkat membawa 10 drum avtur guna dukungan operasional penerbangan dalam pencarian Helikopter MI HA-5138 yang hilang kontak," katanya lewat telepon seluler.

Menurut dia, keempat personel tersebut akan stand by di Bandara Oksibil untuk mendukung operasional penerbangan dalam pencarian helikopter. "Mereka akan stand by di bandara Oksibil selama proses pencarian," katanya.

Pada Jumat (28/6/2019), diterima informasi dari Base Ops Lanud Silas Papare Sentani Jayapura sekitar pukul 14.00 WIT terungkap helikopter MI-17 milik TNI AD mengalami lost contact saat melaksanakan misi penerbangan dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang ke Bandara Sentani Jayapura.

Helikopter tersebut sebelumnya melaksanakan misi pendorongan logistik (dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Pos Okbibab sendiri merupakan salah satu pos yang berada di perbatasan RI-PNG yang hanya dapat dijangkau dengan menggunakan pesawat atau helikopter, kata Aidi seraya menambahkan heli tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Sentani, Jayapura itu sekitar pukul 13.11 WIT.

Sementara itu dari Bandara Oksibil dilaporkan cuaca baik dengan jarak pandang 6-7 KM dan dari laporan petugas tower Oksibil yakni Dita terungkap kontak terakhir dengan pesawat pada pukul 11.49 WIT (5 mnt dr T/O) dan berada di ketinggian 7800 ft, 6 NM ke utara, jelas Kol Inf Aidi.

Adapun nama-nama awak helikopter tersebut yaitu Kapten CPN Aris (pilot), Lettu CPN Bambang (pilot), Lettu CPN Ahwar (co pilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo dan Pratu Aharul. Sedangkan penumpang yang merupakan anggota Yonif 725/WRG yaitu Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin dan Prada Tegar Hadi Sentana.

Sumber : Antara