Advertisement
Incar Ekspor Minyak, Amerika Serikat Perketat Sanksi ke Venezuela
Logo perusahaan perminyakan milik negara Venezuela, Petroleos de Venezuela SA (PDVSA), terlihat di stasiun gas di Caracas. - Reuters/Andres Martinez
Advertisement
Harianjogja.com, MANADO — Kementerian Keuangan Amerika Serikat terus menekan pemerintah Venezuela dengan meningkatkan sanksi untuk ekspor pengencer minyak ke negara tersebut.
Perubahan ini, diumumkan melalui laman resmi Kementerian Keuangan Amerika Serikat pada Kamis (6/6/2019). Dikutip dari Reuters, hal ini ditujukan untuk terus menekan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan membatasi akses PDVSA atas pengencer minyak (diluent).
Advertisement
PDVSA merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Pemerintah Venezuela dan telah lama bergantung pada impor pengencer minyak dari Amerika Serikat. Pengencer tersebut dibutuhkan untuk membuat minyak produksi PDVSA dapat diekspor.
Akan tetapi, akses perdagangan tersebut telah dilarang sejak Januari. Hal ini membuat PDVSA harus mencari pasokan dari negara lain.
Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido yang ditunjuk sebagai Persiden Interim melalui konstitusi negara tersebut. Dia berkukuh, pemilihan ulang yang memenangkan Maduro pada 2018 tidak sah.
“Kami memperketat dan mengkaji kembali setiap potensi dari sanksi terhadap rezim Maduro yang memungkinkan mereka masih dapat mengeksploitasi PDVSA sebagai sapi perahnya,” kata salah seorang sumber pejabat Pemerintah Amerika Serikat, dikutip dari Reuters, Jumat (7/6/2019).
Dia mengatakan, perubahan yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat membuat seluruh perusahaan internasional mengerti bahwa berhubungan dagang dengan PDVSA saat ini sangat berisiko. Bahkan, dia mengatakan, transaksi dengan PDVSA dapat berujung pada sanksi.
Namun demikian, narasumber anonim ini menolak memberikan komentar terkait perusahaan asing mana yang masih memasok pengencer minyak ke Venezuela. Dia hanya menyebut perusahaan tersebut sebagai perusahaan global berskala besar.
Pada Mei, ekspor minyak Venezuela tercatat turun 17% akibat adanya sanksi tersebut. Dia mengatakan, bahwa pemerintah Amerika Serikat belum berhenti dan masih berencana mengambil kebijakan ekonomi lanjutan dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
TKA SMP Digelar 8-9 April, Disdik Gunungkidul Jamin Kesiapan
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 5 April 2026
- Lengkap! Jadwal Misa Paskah 2026 di Jogja, Sleman dan Bantul
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
Advertisement
Advertisement







