Rugi Rp140 Juta, Lahan Tebu Siap Panen di Sragen Hangus Terbakar

Relawan dari BPBD Sragen bekerja keras untuk memadamkan api yang membakar lahan tebu seluas 7 hektare di Dusun/Desa Jurangjero, Karangmalang, Sragen, Rabu (5/6/2019) malam. (Istimewa - BPBD Sragen)
06 Juni 2019 23:27 WIB Moh Khodiq Duhri News Share :

Harianjogja.com, SRAGEN -- Lahan tebu seluas tujuh hektare di Dusun Jurangjero, RT 016, RT 017, dan RT 018, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Sragen, hangus terbakar pada Rabu (5/6/2019) malam.

Informasi yang dihimpun JIBI/Solopos, lahan tebu tersebut merupakan tanah kas Desa Jurangjero yang hasil panennya biasa dijual kepada Suparno, 75, warga Dusun Gronong, Desa Sidodadi, Masaran, Sragen.

Musibah kebakaran lahan tebu tersebut kali pertama diketahui Dwi, warga sekitar, yang kebetulan melintasi lokasi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu dia melihat adanya titik api di bagian tengah lahan tebu. Lama kelamaan, titik api itu makin membesar.

Ia segera melapor kepada sukarelawan Search and Rescue (SAR) Pengamanan Ormas Lingkungan Desa (Poldes) Sepat yang bertugas di pos pengamanan mudik Lebaran di kawasan Jetak, Sidoharjo. Informasi adanya musibah kebakaran lahan tebu tersebut selanjutnya diteruskan kepada Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen.

BPBD Sragen yang mendapat laporan pada pukul 19.44 WIB langsung menerjunkan tim pemadam kebakaran. Namun, api dengan cepat meluas dan membakar tanaman tebu yang siap panen itu.

Dari tujuh hektare lahan tebu itu, tiga hektare tanaman tebu di antaranya sudah dipanen. Namun, di lahan itu masih menyisakan rumpun tebu dan dedaunan yang mudah terbakar.

Sementara empat hektare tanaman tebu sudah siap panen, namun tanaman itu sudah ludes terbakar. “Dampak musibah kebakaran itu nilai ekonomis dari tebu menjadi berkurang. Total kerugian dalam musibah kebakaran lahan tebu diperkirakan Rp140 juta,” terang Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Sugeng Priyono, kepada Solopos.com, Kamis (6/6/2019).

Musibah kebakaran lahan tebu itu diduga dipicu pembakaran sampah oleh warga sekitar. Diduga sisa api dari pembakaran sampah itu belum padam sehingga merembet dan membakar lahan tebu tersebut.

“Saya mengimbau kepada warga untuk lebih berhati-hati. Salah satu hal yang patut diwaspadai selama kemarau adalah potensi terjadinya kebakaran. Warga diimbau tidak membakar sampah atau daun kering di dekat perkebunan, tidak membuang puntung rokok yang masih ada apinya, matikan kompor saat bepergian, memeriksa kembali saluran listrik untuk menanggulangi konsleting dan lain sebagainya,” terang Kapolsek Karangmalang, AKP Mujiono.

Sumber : Solopos.com