Gerindra Bantul Belum Temukan Fakta Kecurangan Pemilu

Ilustrasi. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
25 Mei 2019 07:17 WIB Ujang Hasanudin News Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Bantul belum berencana mengajukan gugatan terkait hasil pemilu 2019. Gerindra justru menunggu rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pelanggaran selama penyelenggaraan pemilu yang akan ditindak lanjuti oleh partai.

Sekretaris DPC Gerindra Bantul, Darwinto mengatakan saat ini pihaknya melihat Bawaslu Bantul masih menangani sejumlah kasus dugaan pelanggaran pemilu yang menjadi kewenangan Bawaslu. Rekomendasi Bawaslu itu nantinya yang akan menjadi dasar gugatan Gerindra.

“Kami belum melihat adanya fakta ataupun pernyataan ini salah, ini curang. Kalau ada bukti Bawaslu adanya kecurangan ini salah, kami akan lakukan gugatan sesuai rekomendasi Bawaslu,” kata Darwinto, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (24/5/2019).

Terkait rencana Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mengajukan gugatan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK), Darwinto mendukung sepenuhnya dan akan mematuhi apapun yang menjadi keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.

Hasil pemilu di Bantul menunjukan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandiaga kalah telak dibawah pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Perolehan suara calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 itu mendulang 427.755 suara.  Sementata calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 memperoleh 202.815 suara.  Dengan demikian ada selisih sekitar 224.940 suara. Total surat suara sah untuk pilpres ini sebanyak 630.570 dan surat suara tidak sah sebanyak 13.509 lemba.

Sementara perolehan suara Gerindra sebanyak 86.375 suara. Dengan perolehan suara tersebut, Gerindra berhak memperoleh delapan kursi perwakilan di DPRD Bantul. Perolehan tersebut kedua setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebanuak 137.399 suara dan berhak memperoleh 11 kursi.