KPAI: Kebanyakan Anak-Anak Korban Kerusuhan 22 Mei Pamit Buka Bersama

Komisioner KPAI Siti Hikmawati - suara.com
24 Mei 2019 21:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sebagian besar anak-anak yang terlibat dalam kerusuhan 22 Mei pamit kepada orang tuanya untuk ikut buka bersama.

Komisioner KPAI Siti Hikmawati mengungkapkan sebagian besar anak-anak yang terlibat dalam kerusuhan 22 Mei tidak meminta izin kepada orang tua untuk berdemo. Siti mengungkapkannya seusai mengunjungi rumah duka almarhum Harun yang meninggal dunia dalam usia 15 tahun saat terlibat kerusuhan 22 Mei di Slipi, Jakarta Barat.

“Anak-anak ini tidak minta izin untuk demo. Mereka sedang bermain. Ada yang mau buka bersama dan seterusnya. Kebetulan, mereka mendengar suara-suara [keributan] dan mereka ingin tahu,” kata Siti di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (24/5/2019).

Siti mengklaim KPAI telah mengingatkan kepada kedua perwakilan peserta Pilpres 2019 untuk tidak melibatkan anak-anak dalam perhelatan politik.

“Kami juga mungkin nanti akan melakukan koordinasi dengan Polri. Apakah ada penanganan-penanganan, ketika melihat anak-anak terlibat,” ujarnya.

Kerusuhan 22 Mei mengakibatkan jatuhnya banyak korban luka hingga meninggal dunia. Bahakan menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta tercatat sebagian besar yang mengalami luka justru anak-anak yang berada di bawah umur 19 tahun.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh RS, 15, salah satu peserta aksi 22 Mei di Slipi, Jakarta Barat. Meski belum memiliki hak pilih dalam Pemilu 2019, RS mengaku mengikuti aksi 22 Mei demi mencari keadilan.

Nyari keadilan doang sih, biar adil aja. Jadi dalam pemilu itu sebenarnya yang menang kan Prabowo, tetapi yang menang Jokowi. Ya mau nyari keadilan aja,” kata RS saat ditemui di TPU Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (24/5/2019).

RS juga mengaku mengikuti aksi 22 Mei diam-diam tanpa seizin orang tua. Anak yang baru duduk di bangku kelas IX SMP itu pun sempat dimarahi orang tuanya ketika tahu ikut terlibat dalam aksi 22 Mei.

“Enggak bilang, pas tahu ikut aksi dimarahin,” ungkapnya.

Sumber : Suara.com