Kebakaran Hotel di Bangladesh Tewaskan 10 Wisatawan
Kebakaran hotel di Bangladesh menewaskan 10 wisatawan dan melukai empat orang. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan mitigasi kebakaran.
Din Syamsuddin./Ardiansyah Indra Kumala-Solopos
Harianjogja.com, JAKARTA--Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Din Syamsuddin mengajak umat dan masyarakat agar jangan terlibat kontak fisik dalam aksi massa people power.
"Tidak ada Fatwa MUI melarang unjuk rasa. Agar keluarga besar bangsa dapat menahan diri terutama saat Ramadhan untuk tidak terlibat, terjebak pada konflik fisik," kata Din usai menggelar rapat Wantim MUI di Kantor CDCC di Jakarta, Rabu (22/5/2019).
Menurut dia, konflik fisik jika terjadi akan mengganggu persaudaraan keumatan dan kebangsaan. Din mengatakan setiap pihak untuk menghargai unjuk rasa karena aksi itu dijamin kebebasannya oleh undang-undang. Hanya saja demonstrasi yang dilakukan tidak boleh anarkis.
Para demonstran, kata dia, juga agar menjaga dirinya agar tidak terpancing sehingga melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan. Sedangkan aparat keamanan agar menjamin keberlangsungan unjuk rasa dapat berlangsung aman.
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu juga mengingatkan aparat agar hati-hati dalam mengelola demonstrasi karena telah terjadi beberapa pengunjuk rasa yang meninggal dunia.
"Unsur rakyat yang ingin unjuk rasa, menyatakan pendapatnya jangan terhasut provokasi sehingga melakukan kekerasan. Begitu juga aparat secara profesional untuk mengawal yang berunjuk rasa," kata dia.
Atas terjadinya kerusuhan memakan korban, Din mengatakan diduga pemicunya adalah bukan dari unsur demonstran.
"Dapat diduga kelompok yang menghasut adalah yang terakhir. Bukan mereka yang datang untuk niat damai, buka bersama dan tarawih di lokasi. Ada massa memprovokasi menurut saksi ormas Islam," kata dia.
Din mengimbau setiap pihak untuk menerapkan "imsak" atau menahan diri. Sementara hal-hal mengenai gugatan dalam Pilpres agar diselesaikan secara sungguh-sungguh lewat mekanisme yang tersedia baik secara hukum maupun politik.
"Agar setiap pihak bisa \'imsak\' atau menahan diri sesuai esensi puasa. TNI Polri banyak yang Muslim untuk menahan diri juga," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran hotel di Bangladesh menewaskan 10 wisatawan dan melukai empat orang. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan mitigasi kebakaran.
Pre-order iPhone Duo mendapat permintaan luar biasa. Pengiriman di AS diperkirakan mundur hingga Januari 2027. Simak spesifikasinya.
DisperinkopUKM Jogja mendorong UMKM bergabung dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk memperluas pemasaran, termasuk ke sektor perhotelan.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp46,6 juta sebagai penghargaan bagi atlet dan pelatih berprestasi di Peparpeda DIY 2026.
Rusia memberangkatkan kapal tanker pertama minyak dari Dikson. Moskow juga menyoroti kekurangan pasokan minyak dan rencana ekspor gas.
Karhutla melanda lima kawasan gunung di Jawa Timur sejak 16 Oktober 2026. Tim gabungan melakukan pemadaman manual dan pemantauan titik api.