Baku Debat dengan Aparat, Sudirman Said dan Dahnil Anzar Dilarang Gabung Aksi di Depan Bawaslu

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said. - Suara.com/Ria Rizki
21 Mei 2019 22:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sejumlah jajaran Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga dilarang ikut aksi di depan Gedung Bawaslu.

Sudirman Said dan Dahnil Anzar Simanjuntak dilarang bergabung dengan massa aksi 21 Mei di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Padahal, massa kian menyemut di lokasi.

Peristiwa pelarangan itu diungkapkan Dahnil Anzar, kalau dirinya bersama Sudirman Said datang sebagai pribadi warga negara. Kendati, keduanya juga merupakan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

"Pak @sudirmansa1d dan saya, atas nama pribadi sbg warga negara berencana ikut bergabung bersama warga yg menggunakan hak konstitusionalnya menyampaikan aspirasi di Jalan Thamrin depan Bawaslu, namun sayangnya kami tidak bisa masuk menuju jalan Thamrin, kami diberhentikan," ujar Dahnil Anzar melalui akun Twitter-nya @Dahnilanzar, Selasa (21/5/2019).

Pelarangan tersebut diduga terjadi pada sore tadi. Bahkan, dari video yang beredar sempat terjadi adu argumen antara Sudirman, Dahnil dengan aparat yang melakukan pengamanan di lokasi aksi.

Sudirman sempat meminta penjelasan kenapa dirinya dilarang untuk bergabung dengan massa aksi. Namun, ia kecewa karena aparat tidak bisa menjelaskannya.

Diketahui, hingga malam ini massa aksi 21 Mei masih berkumpul dan buka puasa hingga Salat Tarawih di depan Bawaslu. Mereka menggelar aksi untuk menuntut Bawaslu agar mengusut tuntas dugaan kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2019.

Sumber : Okezone.com