Pengembangan SDM Dosen Jadi Fokus IST Akprind

Upacara dies natalis IST Akprindi ke-47. - Ist/Akprind.
16 Mei 2019 13:47 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Di usia yang ke-47 Institut Sains dan Teknologi (IST) Akprind Yogyakarta bertekad meningkatkan kualitas dosen dan tenaga pendidik dengan menjadikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi program utama. Hal itu disampaikan Rektor IST Akprind Amir Hamzah dalam peringatan Dies Natalis ke-47, Senin (13/5/2019) lalu.

Amir Hamzah mengatakan, pada 2019 ini, terdapat enam dosen sedang menempuh program doktor. Upaya peningkatan kompetensi dosen melalui studi lanjut dinilai sudah cukup membaik, rata-rata dua orang per tahun. “Dari 118 orang dosen, jumlah dosen dengan pendidikan S3 masih relatif kecil yaitu sebanyak 18 orang. Sementara dosen dengan pendidikan S2 sebanyak 99 orang dan pendidikan S1 sebanyak satu orang. Sehingga pengembangan SDM ini menjadi program utama kami,” terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Kamis (16/5/2019).

Ia mengakui kenyataan itu menjadi tantangan besar untuk terus berbenah guna memenuhi persyaratan bahwa dosen harus berkualifikasi minimal S2 dan harus meningkatkan jumlah dosen dengan kualifikasi doktor. Dosen dengan jabatan fungsional lektor kepala mendominasi komposisi dengan jumlah 36 orang atau sekitar 31% kemudian diikuti lektor dengan jumlah 32 orang atau 27 %. Sedangkan dosen dengan jabatan fungsional asisten ahli tercatat 36 orang, guru besar baru satu orang, dan sisanya 13 orang atau sekitar 11 % masih berstatus tenaga pengajar.

“Sekalipun telah terjadi peningkatan jabatan fungsional akademik di 2018, namun secara statistik jabatan fungsional akademik terus berusaha kami tingkatkan, mengingat dalam proses akreditasi institusi hanya profesor yang mendapatkan nilai,” ucapnya.

Adapun persentase dosen tersertifikasi, kata dia, akan diupayakan terus meningkat saat ini jumlah dosen yang telah lolos sertifikasi sebanyak 76 orang. Pihaknya menyadari untuk mendapatkan sertifikat profesional dosen memang tidak mudah. Selain program persiapan sertifikasi dosen, kampusnya telah melakukan beragam workshop maupun pelatihan bagi dosen guna meningkatkan kemampuan teknis penunjang tugas belajar mengajar, seperti workshop pembuatan bahan ajar, hingga pelatihan website online.

Amir menegaskan selain dosen, tenaga kependidikan (tendik) sebagai tulang punggung administrasi dan pelayanan bagi civitas akademika turut menjadi perhatiannya. Saat ini sedang mengembangkan program peningkatan kemampuan tendik berupa bantuan studi lanjut maupun pelatihan baik internal maupun eksternal. Pada tahun ini terdapat 169 orang tendik dengan rincian telah bergelar S2 sebanyak dua orang, S1 tercatat 48 orang dan D3 sebanyak 20 orang, sisanya jenjang SMA yang jumlahnya mencapai 58% dari total tendik.

“Mengelola tendik dengan jumlah yang besar, tentu tidak mudah, dalam hal ini kami mempunyai kebijakan tersendiri, dengan program terpadu yang memacu tendik agar meningkatkan pendidikan dan kemampuannya. Berbagai program pelatihan diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan tendik diantaranya pelatihan pelayanan, pelatihan penggunaan sistem berbasis internet, dan pelatihan bahasa. Program ini dalam jangka tiga tahun ke depan akan merampingkan jumlah tendik dengan kemampuan yang lebih baik,” katanya.