Kerusuhan di Rutan Siak Berawal Temuan Sabu di Blok Wanita

Warga menyaksikan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Siak Sri Indrapura terbakar di Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (11/5/2019). - Ist/Antara.
11 Mei 2019 17:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjenpas, Lilik Sujandi mengatakan, pihaknya sedang mendalami peristiwa kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Siak, Riau. Ia menyebut kejadian itu terjadi pada Sabtu (11/5/2019) sekira pukul 02.00 WIB.

"Kami sedang melakukan pendalaman penyebab dan kronologisnya. Tim terdiri dari Ditjenpas, Itjen, Kanwil Riau dan Kepolisian setempat,” dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/5/2019).

Ia menjelaskan kronologi kerusuhan bisa terjadi di sana. Kata dia, informasi yang diterima dari Kepala Rutan, Siak, Gatot bahwa kejadian itu bermula ketika ditemukannya narkoba jenis sabu di dalam lipatan baju warga binaaan dengan inisial Y di blok wanita.

"Selanjutnya, Karutan merespon info tersebut, dengan melakukan penggeledahan di blok wanita dengan petugas pengamanan. Setelah itu ia langsung berkoordinasi dengan Kasat Narkoba Polsek Siak, AKP Jaelani," kata dia.

Lilik menambahkan, sekira pukul 21.45 WIB, Kasat Reskrim Narkoba Kasat reskrim narkoba dan anggotanya tiba di Rutan dan langsung melakukan pemeriksaan dan pengembangan. Akhirnya, ditetapkan 3 tahanan terbukti mengkonsumsi narkoba atas nama IM, Z dan D.

“Selanjutnya pada pukul 00.35 ketiga tahanan tersebut dimasukkan ke ruang hunian dengan pengawalan petugas," ujarnya.

Setelah ketiga tahanan itu dipindahkan, kata dia, sekira pukul 01.10 WIB, warga binaan lainnya melakukan pemberontakan dengan menjebol pintu blok sel tahanan. Lalu, mengantisipasi meluasnya kejadian itu, pihak Rutan langsung berkordinasi dengan aparat kepolisian.

Lilik menuturkan, jajaran pemasyarakatan terus berpacu dan serius melakukan pemberantasan narkoba, walaupun pasti akan ada risiko perlawanan dari mereka yang merasa terusik kenyamannannya.

"Kami akan kembali mengevaluasi dan meningkatkan langkah progresif penanganan dan upaya preventif untuk mencegah terjadinya peristiwa yang sama di lapas rutan lain," katanya.

Sumber : Okezone.com