Kampung Sade Ludes Terbakar, LHSS Dorong Mitigasi Desa Adat Diperkuat
Kebakaran Kampung Adat Sade merusak 89 rumah. LHSS meminta mitigasi dan perlindungan kawasan warisan budaya NTB dievaluasi.
Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar./ Ist-Twitter
Harianjogja.com, JAKARTA-- Media sosial Twitter heboh dengan munculnya cuitan Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar. Di akun Twitternya @musniumar, ia menulis Capres Joko Widodo atau Jokowi sedang melakukan perang gaib untuk mempertahankan kekuasaannya agar menjadi presiden dua periode.
Bahkan Musni Umar menulis Jokowi memiliki jimat atau disebut pulung dalam Bahasa Jawa agar bisa kembali menjadi presiden.
"Jokowi pitulungan. Sekarang sedang perang ilmu gaib untuk pertahankan Jokowi," cuit Musni Umar seperti, Kamis (9/5/2019).

Sadar cuitannya menuai kontroversi, Musni Umar lantas membuat klarifikasi atas cuitannya itu.
Melalui akun Youtube yang diunggah pada 9 Mei 2019 itu, Musni Umar mengunggah video berdurasi 5 menit 27 detik. Dalam keterangan video itu tertulis "Penjelasan Musni Umar ttg Pulung dan Minta Maaf"
Dalam video itu, tampak Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar memberikan penjelasan atas cuitan di Twitter.
"...Kepada seluruh masyarakat, bahwa beberapa waktu lalu saya menulis di Twitter tentang pulung. Sumber tulisan ini dari telepon saudara Kunto yang saat itu mengaku dari Surabaya. Dia mengenal saya melalui pemberitaan di media dan kemudian dia menelpon saya dan memberitahukan bahwa pemimpin Indonesia dari waktu ke waktu itu mengamalkan pulung.
Sehubungan dengan itu, karena saya menulis ada Bung Karno, ada Pak Harto ada Pak Habibie, ada Pak Gus Dur, ada Pak SBY, ada Ibu Ani dan terakhir Pak Jokowi, maka dengan ini saya ingin minta maaf. Pertama kepada keluarga Bung Karno, kedua kepada keluarga Pak Harto, ketiga kepada Profesor BJ Habibie dan keluarga, kemudian keempat kepada keluarga KH Abdurrahman Wahid, kelima Profesor Pak SBY dan Ibu Ani dan terakhir Pak Jokowi sekeluarga.
Khusus Pak Jokowi, saya ingin ucapkan sekali lagi mohon maaf karena apa yang ditulis di media yang menyebutkan bahwa Rektor Universitas Ibnu Chaldun berkata Jokowi memakai jimat untuk dipilih kembali sebagai presiden, sama sekali di dalam tulisan saya di Twitter tidak menyebutkan seperti itu, ini diplintir, untuk memfitnah, untuk menyebarluaskan hoaks yang sama sekali tidak benar adanya.
Oleh karena itu sekali lagi, pemberitaan di media saya sampaikan sama sekali tidak benar. Kemudian saya mendoakan dan sekaligus memaafkan kepada mereka yang mencerca saya yang mengaitkan dengan Universitas Ibnu Chaldun dan menyebut bahwa universitas ini kurang baik, saya ingin menegaskan bahwa Universitas Ibnu Chaldun yang didirikan pada 11 Juni 1956 telah berusia 63 tahun memiliki reputasi tinggi, telah melahirkan banyak tokoh. Misalnya kita kenal di masa dahulu ada almarhum AM Fatwa, beliau adalah alumnus dari Universitas Ibnu Chaldun.
Kemudian ada Profesor Doktor KH Ma\'ruf Amin juga alumnus Universitas Ibnu Chaldun, kemudian Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR dan juga Sekjen DPP Gerindra, beliau juga alumnus Universitas Ibnu Chaldun dan masih banyak lagi alumni-alumni yang terkenal di masyarakat dan mempunyai reputasi yang tinggi.
Semoga dengan adanya pemberitaan ini dan hinaan kepada Universitas Ibnu Chaldun, Allah semakin meninggikan kedudukan dan martabat Universitas Ibnu Chaldul dan saya tegaskan kembali, saya memaafkan kepada mereka yang mengaitkan saya dengan Universitas Ibnu Chaldun, dan saya yakin karena mereka tidak tahu.
Sekali lagi, saya mohon maaf kepada para pemimpin bangsa, teristimewa kepada Pak Jokowi karena apa yang ditulis media dan telah disiarkan secara luas di WA dan berbagai pemberitaan itu sama sekali tidak benar. Insyaallah tidak akan saya melakukan, saya menghormati Pak Jokowi dan keluarga, bahwa beliau adalah Presiden Republik Indonesia, kurang lebihnya mohon maaf, terima kasih...,".
Sebelumnya dalam cuitannya Musni Umar menulis, dari keterangan saudara Kunto dari Jawa Timur itu menyebut tidak hanya Jokowi yang memiliki jimat. Sederetan presiden terdahulu juga memiliki jimat mulai dari Soekarno, Soeharto hingga Susilo Bambang Yudhoyono.
Jimat yang mereka miliki itulah yang memberikan kekuatan kepada para presiden tersebut.
Sementara sosok Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri tidak memiliki jimat, sehingga tidak memiliki kekuatan lebih.
"Saya dikontak Kunto dari Jatim, Dia kenal saya dari medsos. Katanya Bung Karno kuat punya pulung. Pak Harto kuat yang punya pulung Ibu Tien. Gus Dur dan Ibu Mega tidak punya pulung maka lemah. SBY pulungnya Ibu Ani. Kalau Ibu Ani wafat, SBY dan Partai Demokrat hancur," cuit Musni Umar.
Sejak diunggah pada 7 Mei 2019, cuitan pria bergelar profesor tersebut telah dikomentari oleh ribuan orang. Banyak warganet yang mempertanyakan maksud dari unggahan Musni Umar yang sama sekali tidak mencerminkan sikap akademisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kebakaran Kampung Adat Sade merusak 89 rumah. LHSS meminta mitigasi dan perlindungan kawasan warisan budaya NTB dievaluasi.
Bendera Merah Putih sepanjang 481 meter dibentangkan di Pantai Parangtritis hingga Parangkusumo Bantul dalam peringatan HUT ke-81 RI.
Program Motor Listrik Nasional diproyeksikan menciptakan 215.000 lapangan kerja dan nilai ekonomi Rp150 triliun pada 2026–2031.
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan warga Gilingan yang mengamuk dan mengancam warga dengan obeng sebelum dibawa ke RSJ Kentingan.
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.