Advertisement
KPU Persilakan Tim Investigasi Kematian Petugas Pemilu Dibentuk
Ketua KPU Arief Budiman (kanan) bersama komisioner KPU Ilham Saputra (kiri) melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/3/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Tim investigasi yang bertujuan menyelidiki kematian hampir 500 petugas KPPS hingga kini didesak dibentuk
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mempersilakan pihak manapun yang hendak membentuk tim investigasi untuk memeriksa sebab banyaknya petugas pemilu yang meninggal dan sakit.
Advertisement
Komisioner KPU RI Ilham Saputra mengatakan, lembaganya sejauh ini sudah melakukan beberapa hal untuk mengurus petugas pemilu yang meninggal atau menderita sakit.
Akan tetapi, KPU tak bisa terus-terusan mempersoalkan banyaknya petugas pemilu yang meninggal, karena harus berkejaran dengan waktu dalam merekapitulasi hasil pemungutan suara.
BACA JUGA
"Bukan kami tidak mengganggap penting, tapi itu [petugas yang jadi korban] sudah kami selesaikan. Kalau memang ada tim investigasi yang melakukan investigasi silahkan saja," kata Ilham di kantornya, Jumat (10/5/2019).
KPU hingga kini menduga banyaknya petugas pemilu yang meninggal saat bertugas karena faktor kelelahan. Penyebab sama juga diduga membuat banyak petugas pemilu menderita sakit.
Hingga Selasa (7/5), jumlah petugas pemilu yang meninggal dunia sebanyak 456 orang. Ada 3.658 petugas lain yang menderita sakit.
Menurut Ilham, tak tertutup kemungkinan petugas pemilu banyak yang meninggal atau jadi korban karena kelelahan dan depresi. Tekanan dari para saksi juga disebutnya bisa memperlemah fisik dan mental petugas.
"Kami sudah mengurus hal tersebut yang menurut kami sudah baik, sudah kita upayakan ada santunan dan sebagainya. Artinya, bukan kita selesaikan hanya dengan santunan. Tetapi kemudian mari kita evaluasi pemilu serentak ini bersama-sama gitu loh," ujarnya.
Sejauh ini, desakan agar ada tim investigasi yang dibentuk untuk menyelidiki sebab banyaknya petugas pemilu yang meninggal muncul dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
Sikap yang sama juga dimiliki Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Organisasi itu sudah mengajukan surat permohonan kerja sama ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) guna mengusut dan melakukan mitigasi kesehatan penyelenggara pemilu yang meninggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
- Demi Kopdes Merah Putih, Mendes Minta Izin Minimarket Baru Ditahan
- Menhub Dorong Masjid di Jalur Mudik Jadi Rest Area Lebaran 2026
- BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara, Pusat di Daratan
- Operasi SAR KLM Nur Ainun Balqis Dihentikan, 2 Korban Masih Hilang
Advertisement
30 Persen Talut Kota Jogja Rusak, Ini Rencana Perbaikan 2026
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- OJK Periksa 32 Kasus Pasar Modal, Korporasi hingga Influencer
- Alaves vs Girona 2-2, Boye Gagalkan Kemenangan Tamu
- Pemadaman Listrik Sleman 24 Februari 2026, Cek Lokasi
- Jadwal KA Bandara YIA Xpress 24 Februari 2026
- KPK Telusuri Mekanisme DJBC di Kasus Impor Barang KW
- Daftar Harga Emas Pegadaian 24 Februari 2026, Tembus Rp3.063.000
- Pendakian Gunung Rinjani Dibuka 28 Maret 2026
Advertisement
Advertisement







