Menpar Bawa Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 ke Solo dan Jogja, Ini Alasannya
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Ilustrasi HIV/AIDS. (Harian Jogja)
Harianjogja.com, JAYAPURA--Obat ARV (anti retra virus) hingga kini masih menjadi satu-satunya obat yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia WHO untuk pengidap HIV/AIDS. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Papua dr. Alosius Giay.
Karena itu pihaknya berharap agar mereka yang masuk dalam orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tetap mengosumsi ARV.
“Jangan beralih ke pengobatan lainnya dan tetap mengonsumsi ARV,” kata Giay dalam keterangan persnya di Jayapura, Kamis (9/5/2019).
Dikatakan dia, bila saat mengkonsumsi obat tersebut (ARV) mengalami gejala dan efek samping diharapkan melakukan konsultasi dan bukan berhenti apalagi menggantikannya dengan obat alternatif lainnya karena belum terbukti.
ARV mampu menurunkan jumlah virus dengan menekan tumbuh kembang biak virus di dalam tubuh manusia, kata Giay seraya menambahkan, ARV dapat mengurangi resiko penularan HIV, menghambat perburukan infeksi oportunistik, meningkatkan jumlah virus dalam darah hingga tidak terdeteksi dan meningkatkan kualitas hidup.
Dari laporan bulanan data layanan medis penderita HIV/AIDS di Papua hingga Maret 2019 jumlah orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) yang masuk perawatan mencapai 33.955 orang, jumlah ODHA yang pernah mengonsumsi ARV 21.788 orang, dan yang rutin mengkonsumsi ARV hanya 6.534 orang.
Sedangkan yang loss to follow up tercatat 7.597 orang, meninggal 2.956 orang dan yang berhenti 168 orang, kata Giay.
Mantan Direktur RSUD Abepura dan RSUD Jayapura itu mengatakan, Dinas Kesehatan Papua akan memperluas jaringan layanan ARV hingga ke puskesmas dan mendorong keterlibatan kader kesehatan dalam pendampingan ODHA serta memperkuat petugas kesehatan dalam konseling kepatuhan minum ARV.
Dinkes Papua juga berupaya agar di 2030 mendatang, Papua tereliminasi HIV/AIDS, harap dr.Giay.
Jumpa pers yang difasilitasi Dinas Kesehatan Papua dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Papua dr.Alosius Giay, Ketua IDI Kota Jayapura dr. Samuel Basso, KPAD Papua dr.Anthon Motte, Kabid Penindakan BPOM Papua Buyung dan Robert Sihombing perwakilan LSM serta kepala Balai AIDS, TB dan Malaria Dinkes Papua dr.Berry Watori.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.