Harga Pangan 23 September, Cabai Rawit Tembus Rp89.500 per Kg
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.
Ilustrasi ibadah salat./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA-- Pada saat berpuasa terutama di Bulan ramadan, umat Islam menggunakan tanda tertentu untuk membatasi atau memulai aktivitas seperti makan dan ibadah.
Islamic Science Research Network (ISRN) mengoreksi waktu Isya di Indonesia yang terlambat rata-rata 18-19 menit dari yang seharusnya, padahal waktu Isya adalah saat dimulainya shalat tarawih di bulan Ramadhan.
"Koreksi yang kami kemukakan adalah hasil riset saintifik menggunakan alat Sky Quality Meter (SQM), pengukur kecerlangan benda langit serta kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) untuk memverifikasi," kata Ketua ISRN Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Prof Tono Saksono dalam wawancara di Jakarta, Rabu (8/5/2019).
Sebelumnya, pakar astronomi ini juga telah mengoreksi masuknya waktu Subuh di Indonesia yang selama ini terlalu cepat sepanjang rata-rata 26 menit, padahal waktu Subuh adalah waktu dimulainya berpuasa Ramadan.
"Kami sudah punya sekitar 220 hari pengamatan untuk Subuh dan 160 hari pengamatan waktu Isya dari 20-an dan belasan lokasi pengamatan sejak 2,5 tahun lalu," katanya.
Lokasi-lokasi tersebut tersebar yakni Medan Sumut (2 lokasi), Padang dan Batusangkar, Sumbar, Jakarta (3), Cirebon Jabar, Yogyakarta (2), Balikpapan Kaltim, Bitung Sulut, Labuanbajo NTT, dan Manokwari Papua Barat.
"Karena itu, kajian soal ini di Indonesia sudah kami anggap final sebab angkanya sudah stabil, baik pakai data 28 hari, 40, 70, 100, hingga 220 hari, hasilnya sudah stabil. Begitu juga waktu isya," kata Ketua Himpunan Ilmuwan Muhammadiyah (HIM) itu.
Hasilnya, ujar dia, memang secara meyakinkan menyimpulkan bahwa subuh di Indonesia seharusnya terjadi saat matahari ada pada sun depression angle (dip - matahari di bawah ufuk) -13,4 derajat, sedangkan isya seharusnya telah masuk saat matahari ada pada dip -11,5 derajat.
"Selama ini masih menggunakan pedoman besaran -20 derajat dan -18 derajat, metode yang dipakai di Mesir pada masa lalu yang dibawa ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, namun belum dikoreksi karena tidak adanya peralatan yang memadai," katanya.
Jadwal shalat atau jadwal Imsakiyah Ramadan 2019 yang dikeluarkan Kementerian Agama, menurut dia, juga masih belum dikoreksi dan tetap menggunakan metode masa lalu, di mana peralatan secanggih saat ini belum tersedia dan masih mengandalkan pengamatan dengan mata telanjang.
Contoh perbedaan waktu misalnya jadwal imsakiyah Ramadan di Jakarta untuk Rabu (8/5/2019), Kemenag menyebut Subuh dimulai pukul 4.35 WIB dan Isya 19.00 WIB, sementara ISRN Uhamka menetapkan Subuh pada pukul 5.00.59 WIB dan Isya 18.37.19 WIB.
Namun demikian berbeda dengan waktu Subuh dan Isya yang terkait erat dengan saat-saat kritis "sun depression angle", untuk waktu Dzuhur Ashar dan Maghrib, menurut Tono Saksono, tidak perlu dikoreksi lagi.
Pihaknya telah membawa soal ini ke Kementerian Agama dan sudah dipertimbangkan namun belum ada kelanjutan berupa ketetapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.
KRI Sriwijaya-100 resmi dikukuhkan Panglima TNI Agus Subiyanto setelah Merah Putih berkibar di atas kapal induk di Tanjung Priok.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.