Go Ahead Eagles Kalahkan Telstar 3-2, Dean James Bermain 63 Menit
Dean James membantu Go Ahead Eagles menang 3-2 atas Telstar pada pekan ke-10 Liga Belanda setelah tampil sebagai bek kiri selama 63 menit.
Donald Trump - Antara
Harianjogja.com, WASHINGTON—Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan akan mencabut tarif impor sebesar 50 persen terhadap sejumlah barang asal Kanada. Langkah tersebut disebut sebagai upaya memperkuat peluang Partai Republik dalam pemilu sela Kongres AS, terutama di negara bagian Maine.
Mengutip laporan The Wall Street Journal pada Jumat (23/10), sejumlah analis politik memperkirakan Partai Republik berisiko kehilangan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dalam pemilu sela yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November mendatang.
Kerentanan Partai Republik itu dikaitkan dengan penurunan tingkat dukungan terhadap pemerintahan Trump di tengah operasi militer melawan Iran. Kenaikan harga bahan bakar dan barang-barang konsumsi juga dinilai menjadi faktor yang dapat memengaruhi posisi partai tersebut.
Pencabutan Tarif Berkaitan dengan Pemilu di Maine
Keputusan mencabut tarif terhadap barang-barang Kanada disebut bertujuan mendukung pencalonan kembali Senator Susan Collins dari Maine. Collins telah menjabat sebagai senator dari negara bagian yang terletak di wilayah paling timur laut daratan AS tersebut sejak 1997.
Selain membantu Collins, kebijakan itu diperkirakan dapat memberikan sedikit kelegaan bagi kandidat Partai Republik lainnya di berbagai wilayah menjelang pemilu sela.
Laporan tersebut menyebutkan pengumuman resmi Trump mengenai pencabutan tarif berpotensi disampaikan paling cepat pada Jumat (23/10) waktu setempat.
Penghapusan tarif kemungkinan mencakup bea masuk sebesar 50 persen terhadap produk pertanian dan kehutanan. Meski demikian, cakupan barang yang akan dibebaskan serta waktu penerapan kebijakan tersebut masih dapat berubah.
Amerika Serikat juga berpeluang mengimbangi pencabutan tarif itu dengan mengenakan bea masuk terhadap barang-barang lainnya, menurut laporan tersebut.
Ketegangan Perdagangan AS dan Kanada
Hubungan Amerika Serikat dan Kanada mengalami ketegangan sejak 2025 akibat perselisihan perdagangan serta persoalan diplomatik yang lebih luas di antara kedua negara.
Pada Agustus 2026, perundingan perdagangan AS dan Kanada menemui jalan buntu. Setelah itu, Amerika Serikat mulai memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap barang-barang asal Kanada dengan nilai mencapai 20 miliar dolar AS.
Kanada kemudian membalas kebijakan tersebut dengan mengenakan tarif terhadap sejumlah produk asal AS. Barang yang terdampak meliputi baja, produk susu, peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, bubur kertas dan kertas, serta produk elektronik.
Rencana pencabutan sebagian tarif oleh pemerintahan Trump berpotensi menjadi perkembangan baru dalam hubungan perdagangan kedua negara. Namun, keputusan final mengenai cakupan dan waktu pelaksanaannya masih belum pasti berdasarkan laporan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dean James membantu Go Ahead Eagles menang 3-2 atas Telstar pada pekan ke-10 Liga Belanda setelah tampil sebagai bek kiri selama 63 menit.
Anggota DPRD Sleman Wahyudi Kurniawan mendorong penguatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kapanewon Tempel.
Harga BBM 24 Oktober 2026 masih mengacu pada tarif September. Cek harga Pertalite, Pertamax, Dexlite, Shell, Vivo, dan BP-AKR.
Pemerintahan Donald Trump dikabarkan akan mencabut tarif 50 persen atas sejumlah barang Kanada menjelang pemilu sela Kongres AS.
MenPPPA Arifah Fauzi mengajak Wanita Syarikat Islam memperkuat kemandirian ekonomi, mencegah kekerasan, dan melahirkan pemimpin perempuan.
Erick Thohir menyampaikan surat Presiden Prabowo kepada Gianni Infantino sebagai bentuk dukungan Indonesia terhadap kepemimpinan FIFA.