Advertisement
8 Petugas KPPS di Jateng Meninggal
Ilustrasi. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG--KPU Provinsi Jawa Tengah menyebut ada delapan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan petugas di TPS yang meninggal dunia saat menjalankan serangkaian tugas saat Pemilu 2019.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, ada delapan petugas KPPS dan TPS yang meninggal dunia diduga karena kelelahan menjalankan tugas," kata anggota KPU Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro, di Semarang, Sabtu (20/4/2019).
Advertisement
Ia menjelaskan delapan petugas KPPS dan TPS meninggal itu terjadi di Kabupaten Demak, Banyumas, Sukoharjo, Banjarnegara, dan Rembang.
"Beban kerja mereka luar biasa besar, mulai dari menyiapkan TPS pada Selasa (16/4/2019) hingga harus sudah menjalankan tugas pada Rabu (17/4/2019) pagi," ujarnya.
BACA JUGA
Ia memerinci identitas kedelapan petugas KPPS dan TPS yang meninggal dunia yaitu Sugiharjo, petugas KPPS Desa Pingit Lor, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Subagyo, anggota KPPS di Kabupaten Demak, dan Suharto, petugas ketertiban TPS 17, Kelurahan Tegalgede, Kabupaten Karanganyar.
Kemudian, Pirno anggota Linmas di Kabupaten Pemalang, Slamet Mulyono petugas keamanan TPS 11 Kelurahan Proyonangan Selatan, Kabupaten Batang, Sopiah petugas KPPS 09 Banjarsari Kidul, Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Yuli Anisah, petugas TPS 10 Wirun Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, serta Nurul Hidayati anggota KPPS Desa Landoh, TPS 7, Kabupaten Rembang.
"Yang kecelakaan kemudian meninggal itu diduga akibat kelelahan sehingga hilang konsentrasi saat mengemudi," katanya.
Selain delapan orang tersebut, KPU Jawa Tengah juga mencatat ada tujuh petugas TPS yang kelelahan dan harus dirawat di rumah sakit, bahkan tiga orang di antaranya keguguran yaitu di Kabupaten Klaten atas nama Wiwid Wijayanti yang merupakan anggota PPK Jatinom yang sedang mengandung, kemudian di Kabupaten Kebumen ada dua anggota KPPS yang keguguran yaitu Umi Rojanah dan Siti Mungawanah.
"Tujuh orang ada yang jatuh di TPS saat proses sampai patah tulang tangan, yang pingsan sampai berapa jam juga ada, ada yang keguguran, yang stroke ada, yang di rawat di ICU sampai hari ini juga ada," bebernya.
Terkait dengan hal itu, KPU Jawa Tengah berencana memberikan santunan kepada para petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia atau sakit itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Advertisement
Advertisement








